Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » KUTIM TERANCAM DEFISIT LAGI

KUTIM TERANCAM DEFISIT LAGI

(3999 Views) Agustus 9, 2016 3:27 am | Published by | No comment

Sangatta— Defisit Negara Indonesia sebesar Rp133 triliun, bakal berdampak ke semua daerah di Indonesia. Bahkan dari jumlah tersebut, sekitar enam puluh delapan koma delapan triliun rupiah dibebankan ke seluruh daerah di negeri ini, sisanya ditanggung di kementerian yang ada di Jakarta.

Menyikapi hal itu, Wakil Bupati Kasmidi Bulang mengatakan, jika defisit anggaran nasional dibebankan merata ke semua daerah, dinilainya tidak adil. Sebab, Kutai Timur merupakan salah satu daerah yang memberikan sumbang sih penghasilan Negara cukup besar, seperti penghasilan minyak, gas dan batubara. Sudah selayaknya, beban yang ditanggung daerah tidak sama.

Kasmidi bakal ke Jakarta untuk membicarakan masalah ini, agar desifit anggaran yang dialami Kutai Timur tidak begitu besar. Sebab, beberapa waktu lalu Kutai Timur sudah memangkas anggaran APBD sebesar 116 miliar rupiah dari target 400 miliar rupiah. Jika defisit nasional kembali dibebankan ke daerah lagi dengan jumlah yang merata, tentunya Kutim bakal kehilangan anggaran sekitar 1,4 triliun rupiah.

Menurut Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, pemangkasan anggaran Kabupaten Kutai Timur diprediksi sebesar 1,4 Trilliun, namun angka tersebut masih belum merupakan angka pasti, meski begitu pemerintah Kabupaten Kutai Timur akan melakukan langkah antisipasi dari saat ini, hal tersebut dikarenakan jika memang pemangkasan sebesar itu dilakukan di Kutim maka tidak akan ada kegiatan yang berjalan di Kutim sampai dengan akhir tahun ini.

Lebih lanjut Kasmidi mengatakan, dirinya akan mengumpulkan data-data penerimaan pajak di Kutai Timur meliputi pajak-pajak dari perusahaan tambang dan perusahaan perkebunan, data-data tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah ke Pemerintah Pusat untuk menekan angka pemangkasan anggaran di Kutim. Sebagai salah satu daerah penghasil tambang dan perkebunan Kutim tentunya memiliki dampak lingkungan yang berbeda dengan daerah yang bukan daerah penghasil. Untuk itu pemangkasan anggaran tidak dapat disamakan dengan daerah yang bukan penghasil.

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments