Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Kutim Termasuk 2 Terbesar, di Kalimantan Timur

Kutim Termasuk 2 Terbesar, di Kalimantan Timur

(441 Views) Mei 31, 2016 12:47 am | Published by | 1 Comment

Sangatta – Tiga penyakit sosial yang ingin dihilangkan Pemerintah Pusat, seperti pada Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Nasional (RPMN) tahun 2018, pertama kemaksiatan prostitusi, kedua orang yang dipasung, tiga anak yang di eksploitasi. Dengan harapan tahun 2018 tiga (3) masalah tersebut sudah clear di Indonesia. Demikian diungkapkan Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Edward Azran, pada Coffe Morning, diruang Meranti Kantor Bupati Bukit Pelangi, Senin (30/5/16).

Edward menjelaskan terkait dengan Surat Keputusan (SK) Mentri Sosial RI untuk penutupan prostitusi di seluruh Indonesia, menanggapi hal tersebut Gubernur Kalimantan Timur, mengambil langkah cepat, pada tahun 2017 prostitusi harus dihilangkan di kalimantan Timur. Tahun ini Kabupaten Kutai Timur diberi amanah, dengan menetapkan keputusan Mentri Sosial RI meminta dihilangkan prostitusi. Dikatakan, dari data pusat Kutai Timur menjadi tujuan prostitusi nomor 2 dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Padahal data yang ditulis Pusat hanya memiliki 36 Prostitusi, ternyata realitanya setelah data dan dikumpulkan semua, dengan mengumpulkan data dari industri hulunya prostitusunya mulai losmen, toko-toko, tempat penjualan minum keras, Kutai Timur nomor 2 di Kalimantan Timur, setelah Kutai Kartanegara.

Voice Edwad Azran_ Kutim Prostitusi Terbesar 2 di Kaltim

Untuk itu, Edward menegaskan penertiban prostitusi di Kutim harus benar-benar di ditangani bersama oleh semua pihak terkait, agar dapat membantu mencapaikan tujuan yang ingin dicapai Pemerintah Pusat 2018 clear tiga penyakit sosial masyakat tersebut.

Namun diakuinya, yang menjadi kendala sekarang adalah Gubernur telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tetapi Kutai Timur belum menetapkan Perda, hanya berupa SK Bupati sewaktu masa kepemimpinan Bupati Isran Noor yang menjadi landasan dalam mengambil tindakan. Tetapi dia menegaskan, bahwa Kita tidak perlu khawatir dengan hal tersebut, namun tetap mengikuti prosedur yag berlaku, sehingga tidak ada cacat celah dalam keputusan yang akan diambil oleh Bupati sebagai orang yang diberi amanah  rakyat, untuk memimpin Kutim selama kepemimpinan lima (5) tahun kedepan.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

1 Comment
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments