Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Lagi, Buaya Muara Mangsa Korban

Lagi, Buaya Muara Mangsa Korban

(11645 Views) Juli 22, 2015 8:36 am | Published by | No comment

SANGATTA. Ditengah liburan lebaran, warga desa Susuk Dalam, kecamatan Sandaran dihebohkan dengan peristiwa buaya menelan warga. Kejadian yang pernah terjadi beberapa tahun lalu, kembali menghebohkan warga Susuk Dalam, di saat liburan lebaran tahun ini.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (20/7) lalu, sekitar pukul 13.00 wita di kawasan Sungai Susuk Dalam, kecamatan Sandaran. Korbannya, Armansyah (36) meninggal dunia di tempat. Bahkan badannya ditemukan warga di sekitar lokasi pada malam ahri sekitar pukul 23.00 Wita, setelah sejak sore korban dicari-cari lantaran tak pulang ke rumah, sesuai mencari ikan bersama-sama warga lainnya.

buaya6
Lelaki yang memiliki seorang istri dan satu anak ini, menjadi korban keganasan buaya muara di Kutim. Malam itu, korban ditemukan di hulu sungai Susuk Dalam, dengan kondisi yang mengenaskan. Badannya ditemukan tak jauh dari pakaian dalam korban, dengan kaki dan tangan terputus. Tak jauh dari tempat ditemukan jasad korba, juga ada buaya yang diduga memangsa korban.
Kemudian warga beramai-ramai meminta tolong kepada arapat keamanan setempat untuk memburu buaya muara yang panjangnya sekitar 4,5 meter tersebut. Bahkan sejumlah tubuh korban juga terdapat gigitan buaya dengan rata-rata sekitar 8 hingga 10 centi meter. Seperti di bagian kanan, pundak, pinggang hingga ke pantat.
Camat Sandaran Tahir pekang menuturkan, kejadian itu berawal saat korban dan teman-teman yang lainnya tengah mencari Kerang sejenis Tudai. Saat itu rombongan yang lain kearah laut sementara si Korban berjalan menuju hulu sungai Desa Susuk Dalam. Setelah rombongan yang dari laut pulang ke kampung Basap (Susuk Dalam) si Korban tak kunjung muncul juga di kampung tersebut sampai pukul 18.00 Wita.
Kemudian warga memutuskan untuk mencari bersama-sama, mengikuti arah hulu sungai Susuk Dalam. Kondisi air sungai yang tidak terlalu dalam akibat musim kemarau, relative memudahkan untuk menyusurinya.
Sekitar pukul 23.00 wita (malam,red) pakaian dalam korban di temukan warga di pinggir sungai, sementara korban ditemukan dua meter dari pakaian dalam yang di temukan pertama kali.
Tak jauh dari lokasi jasad ditemukan, terlihat buaya pemangsa dengan panjang 4,5 meter. Sesekali tenggelam menampakkan batang tubuhnya. Aparat keamanan gabungan Polairut, SubSektor Polsek Sangkulirang dan TNI Angkatan Laut (Lanal) melepaskan empat kali tembakan dengan sasaran di bagian kepala hewan melata tersebut, dengan menggunakan senjata AK-47 dengan jarak sasaran 3-4 meter.
Kemudian buaya dibawa ke kampung Basap (Susuk Dalam). Untuk mengangkutnya, memerlukan sekitar 30 orang agar pemangsa korban itu bisa dipindahkan dari sungai ke kampung Basap yang berjarak sekitar satu kilometer.
Keesokan harinya, sekitar pukul 06.00. warga membelah perut buaya tersebut dan menemukan potongan tangan kanan dari siku hingga jari terputus. Tak hanya itu, bagian kaki kiri dari Lutut sampai ke telapak juga ditemukan dalam perut buaya tersebut.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments