Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Lahan Transmigrasi Diserobot Perusahaan Karet , Bupati Kutim Minta Perusahaan Stop Garap Lahan

Lahan Transmigrasi Diserobot Perusahaan Karet , Bupati Kutim Minta Perusahaan Stop Garap Lahan

(840 Views) November 7, 2016 4:50 pm | Published by | 1 Comment

unduhan-3

Sangatta. Bupati Kutai Timur Ismunandar, meminta kasus sengketa lahan antara warga transmigrasi di SP 8 Kilometer 125 Kecamatan Bengalon dengan perusahaan perkebunan karet PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC), bisa segera diselesaikan dan tidak berlarut-larut.

Dikatakan Ismu, dirinya terus didesak warga SP 8 Kilometer 125 Kecamatan Bengalon untuk segera menyelesaikan sengketa lahan transmigrasi milik mereka yang saat ini diserobot PT MKC. Disebutkan bahwa pihak kementrian transmigrasi sebelumnya sudah mengalokasikan 500 hektar untuk 250 kepala keluarga (KK) transmigrasi di SP 8 tersebut. Melalui Dinas Kehutanan Provinsi kemudian dipenuhi sebanyak 700 hektar untuk dijadikan area transmigrasi. Namun ternyata, ada perusahaan perkebunan karet yakni PT MKC yang merupakan take over dari PT Barito Pasific yang datang dan langsung menggarap lahan yang ada. Perusahaan ini berdalih bahwa sudah memiliki ijin Hutan Tanam Industri (HTI) yang dikeluarkan Kementrian Kehutanan.

Lanjutnya, tentu hal ini cukup mencengangkan. Di satu pihak bahwa lahan transmigrasi ini dikeluarkan dari Kementrian Transmigrasi. Sementara, ijin HTI PT MKC juga dikeluarkan oleh Kementrian Kehutanan. Karena itu, dirinya segera bersurat kepada Kementrian Kehutanan dan juga Kementrian Transmigrasi, untuk penyelesaian permasalahan ini. Jangan sampai masalah ini kemudian menjadi permasalahan nasional, di kemudian harinya dan dianggap bahwa Pemerintah Kutim tidak mampu menyelesaikan dan lebih berpihak kepada pihak perusahaan. Ismu juga meminta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim untuk segera bersurat kepada PT MKC, agar sementara menghentikan kegiatan perusahaan terutama dalam menggarap lahan ini, hingga permasalahan lahan tersebut benar-benar selesai dan clear.

(Voice : Bupati – Segera Selesaikan Sengketa Lahan Transmigrasi)

Sementara itu, Kepala Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Abdullah Fauzi mengakui bahwa sejak awal PT Barito Pasific yang saat ini beralih ke PT MKC ini tidak transparansi terutama dalam permasalahan posisi lahan yang masuk dalam HTI milik mereka. Disnakertrans Kutim sudah meminta agar pihak perusahaan duduk bersama dengan pemerintah Kutim untuk saling mengecek peta area, namun hingga kini pihak perusahaan menolak.

Lanjut Fauzi, sepengetahuannya bahwa Surat Keputusan (SK) lahan transmigrasi ini lebih dahulu terbit dari Kementrian Transmigrasi dari pada SK HTI milik PT Barito Pasific atau MKC. Namun yang pasti, saat ini dirinya akan segera bersurat baik kepada Menteri Transmigrasi dan Desa untuk menyelesaikan permasalahan ini sekaligus melaporkan bahwa di Kutim banyak lahan transmigrasi yang kemudian digarap oleh pihak perusahaan. Sekaligus meminta agar ada koordinasi antara Kementrian Transmigrasi dengan Kementrian Kehutanan, terkait permasalahan penyerobotan lahan ini.

(Voice : Disnaker Fauzi – Lahan Transmigrasi Diserobot Perusahaan)

Print Friendly, PDF & Email
Categorised in:

1 Komentar for Lahan Transmigrasi Diserobot Perusahaan Karet , Bupati Kutim Minta Perusahaan Stop Garap Lahan

  • Agus berkata:

    Harus berapa lama lagi kami dihantui rasa ketidak pastian ini bapak bupati.
    Kami disini bukan perambah.tetapi sebagai pahlawan tapal batas.yg hidup dengan segala kekurangan.sampai detik ini kami belum merasakan apa yg pemerintah inginkan sebagai nilai&tujuan pemerintah kepada rakyatnya melalui program transmigarasi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.