Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Lima Tuntunan GMNI Kutim Untuk Pemerintah

Lima Tuntunan GMNI Kutim Untuk Pemerintah

(1956 Views) September 28, 2016 3:49 pm | Published by | No comment

tuntutan

Sangatta – Memperingati Hari Pertanian, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kutai Timur, memberikan lima tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Tuntutan tersebut dimaksudkan untuk memperjuangkan nasib petani di Kutim yang dirasa kurang diperhatikan. Luasnya perkebunan dibanding lahan pertanian dianggap merugikan masyarakat.

Menurut Koordinator Lapangan Demonstrasi, Muhammad Khairuddin mengatakan, peredaran uang di Kutim di hanya dirasakan segelintir orang para kapitalis-kapitalis, bahan-bahan pangan diimpor dari luar daerah, yang diperhatikan pemerintah hanya sektor perkebunan sementara sektor pertanian tidak diperhatikan.

Lebih lanjut Khairuddin mengatakan, pada hari ini mereka ingin tahu Pemerintah Kutim berpihak kepada siapa, kepada rakyat atau kapitalis. Ini realita yang terjadi dengan banyaknya lahan pertanian yang diperuntukkan untuk perkebunan sedangkan sektor pertanian tidak diperhatikan. Hampir tujuh puluh persen lahan di Kutim diisi dengan sawit.

Lima tuntutan tersebut yakni, menolak reforma agraria ala Jokowi dan melakukan agraria sejati berdasarkan Undang-undang pokok agraria Nomor 5 Tahun 1960, Pemerintah Jokowi harus segera merealisasikan distribusi realisasi lahan pertanian sebesar lima hektar perkeluarga, Permerintah Daerah harus memetakan dan merealisasikan percetakan sawah seluas seratus hektar di Kecamatan Karangan desa Karangan Hilir, harus menyelesaikan kasus plasma antara masyarakat pemilik lahan dan perusahaan, pemerintah harus memperjelas patok lahan antara pemukiman rakyat dan lahan TNK serta menindak tegas para pembalak liar.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments