Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Lokalisasi Kampung Kajang Beroperasi Kembali, Bupati Kutim Instruksikan Satpol PP Lakukan Penertiban

Lokalisasi Kampung Kajang Beroperasi Kembali, Bupati Kutim Instruksikan Satpol PP Lakukan Penertiban

(945 Views) November 16, 2015 8:58 am | Published by | No comment

Sangatta. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengakui jika dirinya sudah mendapatkan laporan terkait beroperasinya kembali lokalisasi Kampung Kajang Kecamatan Sangatta Selatan. Lokalisasi pelacuran yang telah resmi dibubarkan oleh Pemkab Kutim pada 15 Desember 2014 silam ini, ternyata diam-diam beroperasi kembali.

Kepada media, Ardiansyah mengatakan dirinya akan segera meminta kepada Satpol PP dengan berkoordinasi kepada aparat keamanan untuk kembali melakukan penertiban di lokalisasi tersebut. Selain itu juga untuk kembali melakukan pendataan apakah yang kembali beroperasi adalah wajah-wajah lama atau pendatang baru. Pasalnya, sejak ditutup akhir tahun lalu, seluruh penghuni lokalisasi tersebut sudah diberikan biaya santunan sebesar Rp 10 juta per orang dan dipulangkan ke daerah masing-masing.

Lanjut Ardiansyah, memang pasca terjadi penutupan lolasisasi pelacuran terbesar di Kutim itu, banyak keluhan masyarakat setempat bahwa perekonomian mereka menjadi anjlok. Warga sekitar yang mengambil memanfaatkan kegiatan esek-esek ini dengan membuka warung makan, sembako dan lain sebagainya kemudian kehilangan konsumen. Namun ujar Ardiansyah, sejak tercetus rencana penutupan lokalisasi tersebut sudah ada gambaran atau rencana pembuatan taman kota dengan dibarengi pembangunan pusat kerajinan dan usaha berbasis kerakyatan di bekas berdirinya lokalisasi itu. Minimal menyadur konsep taman bersemi yang ada di Kecamatan Sangatta Utara. Hanya saja, master plan relokasi kawasan bekas prostitusi tersebut hingga kini belum ada perkembangannnya, baik dari Camat Sangatta Selatan sendiri maupun dari Bappeda Kutim.

(voice)

Sebagaimana diketahui Pemkab Kutim pada Desember 2014 lalu telah menutup lokasilasai pelacuran Kampung Kajang Kecamatan Sagatta Selatan. Bahkan Pemkab Kutim melalui Dinas Sosial Kutai Timur sudah menyalurkan santunan kepada setiap Wanita Tuna Susila (WTS) dan Mucikari sebesar Rp 10 juta per orang, serta memulangkan mereka ke kampung halaman. Namun ditengarai, para WTS ini kembali ke Sangatta dan beroperasi kembali di bekas lokalisasi ini karena tidak dijaga dan diawasi oleh aparat keamanan dan kecamatan setempat.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments