Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Mardani : Bukan Raja-Raja Kecil, Tapi Pelayan Rakyat Kecil

Mardani : Bukan Raja-Raja Kecil, Tapi Pelayan Rakyat Kecil

(442 Views) Mei 5, 2016 12:34 pm | Published by | No comment

Sangatta – Dalam Pembukaan Apkasi International Trade and Investment Summit (AITIS) tahun 2016 pada Kamis (5/5) di Hall D1 Jakarta International Expo Kamoyaran Jakarta Pusat, dalam sambutan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Mardani H.Maming mengatakan semenjak menjabat sebagai Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla Pembangunan dilakukan sampai kepelosok daerah-daerah, bahkan dana APBN lebih banyak disalurkan kedaerah-daerah. Hal ini menunjukan kemitmen Joko Widodo yang tinggi terhadap kemajuan pembangunan kesejahtraan didaerah-daerah.

Selain itu, sebagaimana amanah baru Presiden nomor 1 tahun 2016, Wakil Preside Jusuf Kalla menjadi Ketua Dewan Pembina Otonomi Daerah (DPOD). Dimana APKASI berharap bisa bersama-sama mensukseskan program nasional Nawacita Presiden sampai kedaerah-daerah.

Mardani yang mewakili Bupati-Bupati merasa bangga kepada Wakil Presiden Indonesia, yang menurut Dia luar biasa. Luar biasa karean telah menjadi Wakil Presiden dua kali dengan Presiden yang berbeda dan hal ini baru terjadi di Indonesia. harus dikatakan mendapatkan Museum Rekort Indonesia (MURI), dikatakan APKASI siap menjadi panitia MURI. Apalagi berbicara konflik Sosial, Jusuf Kalla dikatakan sukses menjadi jurudamai konflik Aceh dan Poso, dengan demikian APKASI juga berharap kepada Wakil Presiden akan menjadi Jurudamai atas beralihnya kewenangan dengan diterbitkannya UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah mencari solusi yang terbaik agar melaksankan program Nawacita berjalan dengan maksimal sampai ke Kabupaten, Provinsi dan Pusat.

Dia menyadari UU 23 tahun 2014 adalah produk Pemerintah yang lalu, dan menurutnya juru damainya harus turun gunung lagi atau menjadi penengah dipermasalahan ini. Selama 15 tahun pelaksanaan Otonomi Daerah telah membawa perubahan yang cukup signifikan memunculkan inovasi-inovasi Pemerintah Kabupaten dan Kota telah memecahkan masalah lokal didaerah masing-masing.

Lebih lanjut, Mardani mengatakan dengan diterbitkan UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pasti akan menghadapi hambatan akibat ditariknya beberapa kewenangan yang selama ini dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Mardani mengatakan lebih baik menyempurnakan keadaan yang sudah ada, sesuai dengan keinginan Pemerintah Pusat yang diharapkan semua pihak duduk bersama untuk mencari solusi yang terbaik. Mardani mengungkapkan pihaknya berkeyakinan otonomi telah menghasilkan Pemimpin-Pemimpin yang baik, salah satu adalah Walikota Solo yang telah menjadi Presiden RI Joko Widodo adalah contoh produk dari otonomi daerah, selain itu ada Risma Walikota Surabaya, Ridwan Camil Walikota Bandung, Aswar Anas Bupati Banyu Wangi, Nurdin Abdullah Bupati Bantaeng dan banyak lagi Bupati-Bupati yang hebat kelauran produk otonomi.

Lebih Jauh, Mardani mengatakan memang harus diakui ada sebagian kalangan yang menilai seolah-olah otonomi daerah ditingkat Kabupaten/Kota cenderung kebablasan dan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Persoalan seperti ini sebagian di Daerah dijadikan sample untuk menarik kesimpulan besar, terjadi kegagalan otonomi daerah sebuah penilaian yang sepihak dan tidak bijaksana dan tidak berimbang. Penarikan kewenangan dari Kabupaten/Kota dengan sendirinya mempersempitan dan membatasi gerak-gerak Kepala Daerah dalam berkreasi membangun daerahnya, APKASI bertekad mensukseskan program Nasional Nawacita. Mardani menegaskan “kami bukan Raja-Raja kecil tetapi kami adalah pelayan rakyat kecil.”

Voice Mardani_Bukan Raja Kecil

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments