Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Mbah Sutikno Lintasi Asia Tenggara Dengan Sepeda Tua, Bawa Seruan Untuk Rajin Berolahraga Dan Jauhi Narkoba

Mbah Sutikno Lintasi Asia Tenggara Dengan Sepeda Tua, Bawa Seruan Untuk Rajin Berolahraga Dan Jauhi Narkoba

(626 Views) September 19, 2016 7:52 am | Published by | 1 Comment

Sangatta – Tua-tua keladi, makin tua semakin jadi. Ini ungkapan yang pas disematkan untuk Mbah Slamet Sutikno, diusianya yang ke 74 tahun tidak melunturkan tekadnya untuk menaklukkan tiga Negara dengan sepeda tuanya.

Sekitar pukul 15.30 Wita beberapa waktu yang lalu, pria paruh baya dengan sepeda tuanya melaju di Jalan Yos Sudarso Sangatta, tak memperdulikan lalu lalang kendaraan pegawai yang baru pulang kerja. Pria paruh baya tersebut, belakangan diketahui bernama Slamet Sutikno  warga Pakisaji, Malang Jawa Timur. Sebelum melintas Kutai Timur, Mbah sutikno telah bersepeda melintasi tiga Negara, yakni Brunai Darusalam, Singapura dan Malaysia.

Menurut keterangan Mbah Sutikno, perjalanan panjang tersebut dimulai sejak 7 Februari 2016 lalu, berangkat dari kediamannya di Malang menuju Pelabuhan Merak Banten, menyeberang lanjut ke Medan hingga Singapura, Malaysia, Brunai dan kembali ke Indonesia untuk mengarungi bagian Timur Nusantara.

Voice : Slamet Sutikno_Rute Perjalanan

Mengenakan Sepeda Batavus Touring 1940 buatan Belanda, berbekal uang  enam juta rupiah, serta tidur di sembarang tempat, tak menyurutkannya untuk menyuarakan selalu berolahraga dan menjauhi narkoba. Saat melintasi kota sangatta, tak banyak interaksi yang dapat dilakukan Mbah Sutikno, lantaran mengejar waktu karena akan ada kegiatan ngontel se-Indonesia di Banjarmasin.

Voice : Slamet Sutikno_Moto Perjalanan

Setelah dari Pulau Kalimantan, Mbah Sutikno berencana menyeberang ke Sulawesi dan melanjutkan perjalanan ke Ambon, Marauke, NTT, NTB, Bali dan pulang ke Malang.

Suka duka dalam perjalanan pun dirasakan oleh kakek dengan enam anak dan 14 cucu ini, dari pecah ban di tengah hutan, hingga dipersulit melintasi beberapa negara oleh bagian Imigrasi, lantaran surat-surat yang dibawa tidak lengkap. Namun,  berkat dukungan dari semua masyarakat, semua masalah tersebut dapat diatasi. Bahkan, semua duka tersebut hilang seketika, saat banyaknya masyarakat yang menyambutnya di setiap Kota, sehingga banyak teman yang ia dapatkan.

Voice : Slamet Sutikno_Suka Duka

Keinginan pensiunan Pegawai Negeri tersebut untuk ngontel tiga Negara, lahir saat dirinya aktif mengikuti tour bersepeda bersama Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti)

Namun, malangnya dari sekian banyak anggota komunitas tersebut, tidak ada yang berminat bersamanya melintasi 3 negara. Merasa mampu dan mendapat dukungan dari seluruh keluarga, membuatnya hatinya kukuh untuk ngontel bersama sepeda warisan orang tuanya.

Voice : Slamet Sutikno_Surat Jalan Sendiri

Sejak memasuki perbatasan Berau-Kutai Timur, dirinya merasa takjub dengan kekayaan alam yang dimiliki Kutim, dari hutan yang masih lebat, serta perekonomian yang maju ditopang dari sektor pertambangan Batubara dan Kelapa Sawit. maka tak heran saat melintasi Bukit Pelangi, akan nampak bangunan Pusat Pemerintahan yang megah.

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Comment
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments