Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Menanggapai Isu-Isu Strategis Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi DI Kutim

Menanggapai Isu-Isu Strategis Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi DI Kutim

(6945 Views) Februari 6, 2015 6:22 am | Published by | No comment
Sekretaris Disnakertran 2

Sekretaris Disnakertrans Kutim Winarso Budi Wibowo

Sangatta – Dalam upaya menanggapi isu-isu strategis yang sedang berkembang di wilayah Kutai Timur, khusus tentang ketenagakerjaan dan transmigrasi, Disnakertrans (Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi) Kabupaten Kutai Timur mempunyai visi yaitu membangun tenaga kerja dan transmigrasi yang maju, produktif, dan mandiri menuju tercapainya kesejahteraan masyarakat Kutai Timur . Menanggapi isu-isu tersebut, Sekretaris Disnakertrans Kutim Winarso Budi Wibowo memaparkan Visi dan Misi Disnakertrans dalam Program Acara “Hallo Kutim” di studio Radio Pemerintah Daerah (RPD) Kutim 99,40 fm yang berlangsung selama dua jam pukul 09.00 s/d 11.00 wita, Kamis (5/2) kemarin.

Winarso Budi Wibowo mengungkapkan isu-isu strategis yang sedang berkembang di Kutai Timur untuk saat ini ada tujuh hal, yang pertama angka pengangguran di Kutim masih tergolong cukup tinggi, walaupun dalam prosentase dikatakan kecil yaitu 2-3 % tetapi secara komulatif mencapai 3.900 lebih, seperti data terakhir yang ada di Disnakertran Kutim. Kedua penempatan tenaga kerja yang masih cukup rendah, baik disektor formal maupun sektor informal. Ketiga masih rendahnya angka kompetisi kerja sehingga tidak memenuhi persyaratan yang diminta oleh pencari kerja. Keempat rendahnya produktifitas yang menyebabkan rendahnya penghasilan para karyawan atau tenaga kerja dan pekerja informal. Kelima Hubungan industri yang belum cukup harmonis sehingga sering terjadi perselisihan antara karyawan dan perusahaan/managemen. Keenam belum maksimalnya pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan sehingga masih terjadi pelanggaran-pelanggaran yang bersifat normatif. Ketuju belum maksimalnya peningkatan kesejahteraan buru, melalui kegiatan ekonomi produktif yang berkaitan dengan perusahaan.

Berangkat dari isu-isu strategis tersebut, Disnakertrans Kutim berusaha melakukan beberapa upaya pendekatan, yaitu dengan Visi dan Misi yang dicanangkan Disnakertrans. Adapun Misi untuk mencapai Visi tersebut yang pertama adalah mewujudkan penempatan tenaga kerja yang produktif dan juga bermartabat. Kedua meningkatkan kualitas tenaga kerja untuk mencapai profesionalisme Sumber Daya Manusia(SDM). Ketiga meningkat hubungan Industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan untuk tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keempat kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja dan keluarga. Kelima meningkatkan pelaksanaan pengawasan peraturan ketenagakerjaan. Keenam meningkatkan kualitas masyarakat transmigrasi sebagai sumber tenaga kerja yang produktif. Ketuju meningkatkan pengembangan kawasan transmigrasi sebagai centra pertumbuhan ekonomi.

Disnakertrans secara khusus ketenagaan kerjaan, dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya mengacu kepada Undang-undang nomor 13 tahun 2003 yaitu yang besifat material dan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2004 sebagai Undang-Undang yang bersifat seacra formal/hukum acaranya.

Adapun upaya-upaya atau kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Disnakertrans untuk menanggulangi isu-isu strategis yang sedang berkembang, yaitu dengan beberapa program atau kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya

Pertama Balai Latihan Kerja (BLK) Mandiri dalam hal ini Balai Latihan Industri Mandiri yang terdiri dari beberapa jurusan, yaitu jurusan otomotif yang meliputi mekanik alat berat, mobil bensin, mobil diesel maupun sepeda motor dan las (las listrik). Selanjut ada jurusan listrik yang meliputi listrik arus kuat dan listrik arus lemah, yang juga berkaitan dengan instalasi maupun hal-hal yang berhubungan dengan perbaikan arus listrik kuat, dan kedepannya nanti juga akan melakukan perbaikan komputer, AC dan pendingin lainnya. Selanjutnya ada pelatihan pembangunan, tetapi belum begitu konsentrasi ke hal ini, karena lebih difokuskan kehal-hal yang bersifat industri. Karena dikutai timur sendiri perusahaan yang bermitra dengan industri seperti perusahaan pertambangan dan perkebunan.

Kedua Program Padat Karya yaitu suatu program yang lebih menekankan kepada peningkatan penghasilan masyarakat, ketika mereka sedang berada pada waktu luang. Misalnya saja para petani yang telah selesai melakukan panen padi, selanjutnya akan bisa meluangkan waktunya untuk bisa ikut program padat karya yang meliputi dua hal yakni peningkatan infrastuktur dan peningkatan produktifitas. Peningkatan produktifitas ini sendiri berkaitan dengan membangun jembatan, jalan usaha tani dan pengairan tersier. Sedangkan peningkatan produktif lebih menekankan pada tenaga kerja muda sehingga memunculkan wirausaha-wirausaha yang sifatnya bekerja secara profesional.

Ketiga Program Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) adalah program nasional yang mana hal-hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja suatu daerah yang masih kurang tenaga kerjanya, yang bisa diisi oleh tenaga kerja dari daerah lainnya, tetapi tetap memperhatikan syarat-syarat tertentu yang dibutuhkan sehingga tidak mengurangi atau menindih para tenaga kerja yang bekerja pada sektor tertentu.

Keempat adalah Program Antar Kerja dimana pihak Disnakertrans aktif melakukan pendataan lowongan kerja apa saja yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan tertentu, dan melakukan mathcing. Mathcing ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan perusahaan sehingga dapat dicari melalui stok pencari kerja yang mendaftar di Disnakertrans, setelah melalui beberapa seleksi/tes yang dilakukan oleh Disnakertrans kutim sendiri. (desi)

Print Friendly, PDF & Email
Tags:
Categorised in:

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of