Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Minim Anggaran, Kaki Gajah Belum Tertangani Maksimal

Minim Anggaran, Kaki Gajah Belum Tertangani Maksimal

(524 Views) September 15, 2016 9:02 am | Published by | No comment

Sangatta. Topografis Kutai Timur yang berpegunungan dengan kondisi alam yang kini didominasi perkebunan kelapa sawit ternyata menjadi salah satu faktor perkembanganbiakan penyakit kaki gajah atau dikenal dengan istilah latin filariasis atau elephantiatis, yang disebabkan oleh nyamuk filaria. Namun akibat minimnya anggaran yang disediakan pemerintah Kutai Timur, menyebabkan beberapa kecamatan diketahui memiliki tingkat penyebaran penyakit kaki gajah yang cukup tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur Aisyah didampingi Kabid Pencegahan, Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Muhammad Yusuf, mengakui jika penanganan penyakit kaki gajah di Kutim belum bisa tertangani maksimal. Hal ini disebabkan permasalahan klasik yakni minimnya alokasi anggaran yang diberikan pemerintah Kutim. Sementara dengan kondisi Kutai Timur yang memiliki luasan yang sangat besar maka pastinya tidak bisa tertangani secara keseluruhan.

Lanjut Yusuf, ada beberapa kecamatan di Kutim yang masih cukup tinggi penyebaran penyakit kaki gajah. Di antaranya Kecamatan Batu Ampar, Muara Bengkal dan Muara Ancalong. Namun dengan anggaran yang ada angka penderita kaki kaki gajah di ketiga wilayah tersebut dapat sedikit ditekan. Sementara di kecamatan lainnya, pihaknya hanya bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan penyakit kaki gajah. Bahkan khusus di Kecamatan Sandaran, Sangkulirang dan Kongbeng Busang, sosialisasi belum bisa dilakukan akibat keterbatasan anggaran.

Diterangkan, jika berdasarkan data maka penanganan penyakit kaki gajah oleh pihaknya baru di angka 77,7 persen. Sedangkan angka penyebarannya mencapai 1,94 persen. Data ini merupakan hasil survei di tahun 2015 lalu. Berdasarkan data yang dihimpun dari tahun 2013 hingga 2016 ini, sudah terdapat sebanyak 11 orang warga Kutim yang teridentifikasi mengidap penyakit kaki gajah, yang tersebar di Kecamatan Batu Ampar, Muara Bengkal dan Muara Ancalong. Dari status penyakit, sebagian dari mereka tergolong sudah kronis. Sementara, dalam penanganan penyakit kaki gajah ini Kementrian Kesehatan (Kemenkes) memiliki standarisasi minimal sendiri, yakni haruslah di angka 85 persen dari jumlah daftar sasaran. Namun pihaknya tetap berharap, masyarakat secara sadar mau berupaya melakukan pencegahan sendiri agar tidak terjangkit penyakit kaki gajah. Seperti menjaga kebersihan lingkungan dan tidur menggunakan kelambu.

(voice :

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments