Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Miris, 50 Persen Pelajar SMP di Sangatta Selatan Pernah Konsumsi Narkoba

Miris, 50 Persen Pelajar SMP di Sangatta Selatan Pernah Konsumsi Narkoba

(705 Views) Oktober 26, 2015 9:59 pm | Published by | No comment

Sangatta. Kepala Dinas Pendidikan danKebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur Iman Hidayat mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan, 50 persen pelajar sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Sangatta Selatan pernah mengonsumsi pil dobel L (LL), yang merupakan obat terlarang yang masuk dalam ketegori obat penenang. Fakta ini diperoleh dari hasil evaluasi Disdik Kutim, setelah memetakan bahwa Kecamatan Sangatta Selatan merupakan daerah yang paling rawan dalam peredaran narkoba dan obat terlarang, terutama di lingkungan pelajar SMP. Hal ini diungkapkan Iman di hadapan ratusan pelajar SMA Negeri 1 Sangatta Utara beserta para orang tua siswa, dalam kegiatan Sosialisasi Pemberantasan Kenakalan Remaja, Penyalahgunaan Narkoba dan Obat-obatan Terlarang bagi Pelajar, yang dilaksanakan di Ruang Akasi, Gedung Serba Guna Bukit Pelangi Sangatta, pagi tadi.

Iman mengatakan, dalam sosialisasi pemberantasan kenakalan remaja yang digelar Dinas Pendidikan Kutim ini, memang sengaja wajib menghadirkan pula para orang tua, masing-masing pelajar. Karena diharapkan para orang tua harus sadar dan ikut terlibat dalam upaya mencegah kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba serta obat-obatan terlarang.

Sementara itu, Bupati Kutai Timur yang juga ikut hadir dalam kegiatan sosialisasi ini mengatakan, memang saat ini Kutai Timur lebih konsen dalam upaya pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba serta obat-obatan terlarang khusus di lingkungan pelajar. Karena pada usia tersebut, mereka masih dalam kondisi yang labil sehinga mudah terpengaruh dan ikut-ikutan mengkonsumsi narkoba dan obat terlarang,  yang pada ujungnya timbul lah kenakalan remaja termasuk pergaulan bebas.

Ardiansyah mengakui, metode sosialisasi secara massal ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, karena kegiatan ini dilakukan secara massal sehingga dapat langsung merangkul banyak sekolah dan banyak pelajar. Sementara kekurangannya adalah dengan banyaknya peserta, mungkin tidak semua orang menyimak apa yang narasumber sampaikan. Namun dirinya cmasih cukup optimis upaya ini sedikit banyaknya membuahkan hasil positif.

(voice)

——————————

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments