Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » MUI Kutim Sebut Ayam Potong di Kota Sangatta Diragukan Kehalalannya

MUI Kutim Sebut Ayam Potong di Kota Sangatta Diragukan Kehalalannya

(418 Views) Juni 14, 2016 1:58 am | Published by | No comment

Sangatta. Label halal bagi setiap produk makanan olahan menjadi jaminan bagi masyarakat khususnya umat islam untuk bisa mengkonsumsinya. Namun ternyata tidak semua produk makanan olahan yang saat ini beredar di Kota Sangatta memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Demikian diungkapkan Ketua MUI Kutai Timur Muhammad Adam.Kepada awak media, Adam mengatakan bahwa hingga kini masih banyak produk makanan olahan yang beredar di kota Sangatta tidak memiliki sertifikasi halal. Terutama produk olahan daging, baik olahan daging sapi ataupun daging ayam. Selain itu, sejumlah rumah makan di Kota Sangatta dan Kutai Timur pada umumnya masih banyak yang belum mengantongi Sertikat Halal dari MUI. 

Namun dikatakan bahwa pihak MUI Kutim hingga kini juga belum bisa berbuat banyak. Jika ada pengusaha atau pedagang yang ingin melakukan sertifikasi halal terhadap rumah makan atau produk makanan olahannya, maka MUI Kutim hanya sebagai jembatan untuk menghubungkan dengan MUI Provisi Kaltim.

Padahal jika mengacu pada instruksi MUI Pusat, paling lambat pada 2017 mendatang, semua MUI di Indonesia mulai tingkat provinsi hingga kabupaten, wajib memiliki laboratorium uji pangan sendiri di masing-masing daerah. Inilah yang akan segera diusulkan ke Pemerintah Kabupaten Kutim untuk dicarikan solusinya.

Terkait tentang kehalalan dan mekanisme pemotongan daging sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di kawasan Batota Sangatta, Adam mengatakan bahwa RPH tersebut sudah memiliki standar pemotongan dan diyakini kehalalannya. Namun yang kini bermasalahan adalah pemotongan ayam di pasar-pasar di Sangatta.

Dari pemantauan, dirinya menilai mekanisme pemotongan ayam ini tidak sesuai dengan ajaran Islam, terlebih tidak mengucapkan Asma Allah (Bismillah). Sehingga sangat diragukan kehalalannya. Mungkin bagi pedagang ayam tersebut tidak menjadi masalah, namun hal ini tentu menjadi masalah besar bagi masyarakat Sangatta khususnya yang beragama Islam yang mengkonsumsinya, karena mengkonsumsi makanan yang disembelih dengan cara tidak islami dan jelas haram. 

(Voice : Ketua MUI Adam – Sertifikasi Halal) 

Voice Ketua MUI – Sertifikasi Halal

Lebih jauh Muhammad Adam berharap pemerintah Kutim mencarikan solusi terkait usulan pengadaan laboratorium pangan untuk MUI Kutim. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan pembangunan kantor  MUI yang tetap dan tidak mengontrak, seperti selama ini.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments