Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Pada Pembukaan AITIS 2016, Wakil Presiden Tegaskan Ijin Jangan dipersulit

Pada Pembukaan AITIS 2016, Wakil Presiden Tegaskan Ijin Jangan dipersulit

(476 Views) Mei 6, 2016 2:30 am | Published by | No comment

Sangatta – Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pembukaan Apkasi International Trade and Investment Summit (AITIS) tahun 2016 pada Kamis (5/5) pagi kemarin, dalam arahan mengatakan kita menghadiri pameran perdagangan dan investasi tersebut, karena kemajuan suatu daerah itu, hanya tergantung pada produktifitas masing-masing daerah. Produktifitas dalam pertanian meningkatkan hasilnya, meningkatkan per hektar, meningkatkan kualitasnya. Selanjutnya yang kedua dalam bidang manufaktur harus dapat memberikan lapangan kerja yang besar kepada masrayakat, dan juga di bidang sasa supaya dapat menarik daerah tersebut kepada investasi.

Menurut Jusuf Kalla sampai hari ini, penduduk akan terus menerus berpindah-pindah, baik dari daerah ke kota, kepedalaman masuk Kota. Hal tersebut sangat tergantung kepada keberhasilan pertanian dan manufakturing, apabila pertanian berhasil maka tentu akan timbul kemakmuran daerah yang baik. Apabila tidak, maka akan banyak petani yang masuk ke Kota. Tetapi begitu juga jika berhasil maka penduduk akan masuk ke Kota, inilah yang diperkirakan pada 10 tahun mendatang penduduk perkotaan akan menjadi 60 persen dibanding 40 persen pada dewasa ini, apabila kondisi ini terus berlangsung.

Maka daya tarik suatu wilayah hanya dapat dikatakan apabila ada kemakmuran lewat produktifitas, kenapa produktifitas karena lahan tidak mungkin bertambah, begitu ada tambang berarti membabat hutan, begitu membabat hutan timbul kekeringan, begitu kekeringan pohon tidak pindah lagi kedaerah lainnya, itu semua merupakan hal yang saling berkaitan dengan ketertarikan daerah lainnya.

Begitu juga tentu dalam bidang tenga kerja, kita membutuhkan lapangan kerja untuk sekarang, 1 Ha lahan paling tinggi hanya dapat memberikan lapangan kerja kepada 2-3 orang, tetapi 1 Ha Industri dapat memberikan lapangan kerja 100-200 orang. Karena itulah maka dimanapun industri manufakturing harus ditingkatkan, dan inilah investri yang dibutuhkan didaerah-daerah tersebut.

Untuk itulah, dikatakan Pemerintah memberikan kebijakan, di Jawa saja dialihkan Industri dari Barat ke Timur, karena mendirikan beberapa pelabuhan-pelabuhan ditengah di Jakarta, di Sumatra ditingkat Infrastruktur baik itu jalan pelabuhan agar timbul usaha-usaha sepanjang jalan tersebut. Begitupula di daerah Timur juga tentunya pelabuhan-pelabuhan yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas daerah tersebut.

Intinya adalah suatu kemakmuran terjadi apabila dalam kita mencapai kemakmuran itu, hal yang sangat penting tentu ialah lapangan kerja dan peningkatan hasil. Semua itu hanya dapat dihasilkan oleh suatu teknologi yang dikerjakan dengan investasi modal yang baik.

Untuk itulah daerah-daerah harus menarik, menarik itu ialah karena adanya persaingan, persaingan hari ini adalah persaingan yang sangat luas, bersaing antara daerah satu provinsi dengan Provinsi lainnya, saing antar Kabupaten, bersaing dalam negara apalagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini. Setiap persaingan ada tiga yang dipersaingkan ialah menghasilkan sesuatu yang lebih baik, menghasilkan sesuatu yang lebih murah dan menghasilkan sesuatu yang lebih cepat.

Itulah inti persaingan, artinya adalah kalau selama ini kita menghasilkan padi, jagung, dan sebagainya harus memiliki kualiatas yang lebih baik dari yang lainnya. Tetapi harganya terlalu mahal dibandingkan yang lainnya, penyelesaiannya lebih cepat dari yang lainnya. Kita menhasilkan hasil kerajinan, hasil Industri begitu juga harus lebih baik, lebih cepat dan lebih murah. Inilah yang dapat memenangkan persaingan dimanapun, tanpa itu maka kita akan dikalahkan oleh banyak negara lain. Apalagi dalam struktur Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) bersama Asean persaing itu akan lebih besar dan disamping itu ada harus ada kerjasama yang baik semua itu tergantung didaerah.

Kita mempunyai ongkos yang mahal dikeuangan, kita turunkan bunganya, kita mahal dilogistik kita perbanyak jalan jembatan, kita mahal birokrasi kita kurangi aturan. Aturan-aturan yang mengahmabat ijin yang terlalu panjang, kita mahal dienergi kita perbanyak listrik, itulah langkah-langkah yang kita harus lakukan bersama. Karena itulah apabila didaerah akan dibangun listrik jangan persulit ijinnya, harus cepat melepasan tanahnya. Apabila ingin membangun pelabuhan bagaimana tanahnya agar cepat dibebaskan dengan cara-cara yang baik. Itulah semua langkah-langkah yang harus dijalankan agar negara ini bersama-sama daerah.

Voice Wapres JK_Ijin Jangan dipersulit

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments