Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Pajak Sumbang Rp 52,3 M Untuk PAD Terus Meningkat Dari Tahun Sebelumnya

Pajak Sumbang Rp 52,3 M Untuk PAD Terus Meningkat Dari Tahun Sebelumnya

(1435 Views) Februari 1, 2016 9:32 am | Published by | No comment

SANGATTA – Sebagai leading sector dan koordinator pengumpulan penerimaan asli daerah (PAD), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) terus mengumpulkan seluruh potensi yang ada. Kerja keras terebut diimplementasikan dengan angka persentase PAD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang terus meningkat. Khusus untuk sektor pajak, yang memang ditangangi langsung oleh Dispenda realisasinya melampaui target yang dicanangkan.
yulianti
“Awalnya pajak tahun 2015 ditarget Rp 43,8 miliar, Alhamdulillah dapat direalisasikan melebihi target hingga Rp 52,2 miliar,” kata Kadispenda Yulianti didampingi Kabid PDRB Musyaffa dan Kabid PBB dan BPHTB Awang Amir Yusuf, belum lama ini. Dari realisasi dimaksud, artinya persentase realisasi penerimaan pajak mencapai 120,46 persen. Penerimaan pajak terbesar, berasal dari pajak restoran yang ditarget Rp 14 miliar ternyata realisasinya mencapai Rp 18 miliar. Pajak lainnya yang turut menyumbangkan peningkatan PAD Kutim yaitu pajak hotel dengan target Rp 400 juta, teralisasi Rp 431 juta. Pajak hiburan teralisasi Rp 133,7 juta, pajak reklame Rp 803,1 juta, pajak penerangan jalan Rp 9,8 miliar atau meningkat 124 persen. Pajak pengambilan bahan galian golongan C mencapai Rp 499,2 juta, pajak parkir Rp 23 juta, pajak air bawah tanah Rp 159 juta, pajak sarang burung wallet Rp 2,2 juta.

Menurut Yulianti, ada peningkatan pengelolaan PBB (pajak bumi dan bangunan) perdesaan dan perkotaan serta Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), PAD Kutim. Sebab sektor PBB sanggup menambah jumlah PAD Kutim hingga Rp 3,1 miliar dari target Rp 1,5 miliar atau 209,65 persen. Sementara itu, untuk BPHTB dari target Rp 18 miliar, ternyata dapat terealisasi Rp 18,890 miliar atau 120,46 persen. Ia menjelaskan, kedua pajak ini sudah dikelola maksimal oleh Dispenda Kutim, namun masih terus bertambah mengiringi perkembangan kepemilikan lahan dan bangunan oleh warga yang jumlahnya terus meningkat.

Selain itu, PAD Kutim meningkat karena kontribusi penarikan retribusi yang dilakukan belasan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) lingkup Pemkab Kutim. Retribusi merupakan sumber potensial untuk meningkatkan PAD Kutim apabila dikelola dengan maksimal.

“Jajaran Dispenda berharap SKPD bisa memaksimalkan penerimaan dari sektor retribusi, dan terus menggali potensi lainnya,” harap mantan Kabag Keuangan Setkab Kutim ini.
pajak (1)
Kadispenda mengakui, target paling realistis untuk meningkatkan potensi penerimaan PAD Kutim adalah dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Karena, nanti Kutim tidak lagi mengandalkan sektor mineral, gas, dan batu bara (minerba) sebagai sumber dana untuk pembangunan daerah.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments