Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » PDAM TIRTA TUAH BENUA, BELUM MAMPU SUMBANG PENDAPATAN ASLI DAERAH

PDAM TIRTA TUAH BENUA, BELUM MAMPU SUMBANG PENDAPATAN ASLI DAERAH

(619 Views) November 2, 2016 1:33 pm | Published by | No comment

beli-rumah-cek-dulu-tagihan-air

SANGATTA-“Empat Intake PDAM Rusak Berat” seperti itulah yang tengah diberitakan oleh media cetak (RADAR KUTIM, Rabu/2/11). Hal tersebut dirasa “Aneh” mengingat tidak adanya gangguan suplai air bersih untuk daerah-daerah yang menjadi tanggung jawab pendistribusian air PDAM Tirta Tuah Benua. Benar saja, ketika hal tersebut coba dikonfirmasi oleh awak media (2/11), Aji Mirni, Direktur PDAM Tirta Tuah Benuah, menjelaskan bahwa hal tersebut tidak terjadi untuk saat sekarang ini.  Dirinya mengatakan, bahwa memang benar telah terjadi kerusakan pada Intake PDAM yang ada di Kecamatan-kecamatan, akan tetapi hal itu tejadi pada awal bulan oktober yang lalu dan sudah tertangani untuk kerusakannya. Dikatakan pula, saat ini suplai air bersih ke rumah warga tidak mengalami gangguan sama sekali.

(Voice-Aji Mirni,Dirut PDAM)

Disaat yang bersamaan, ketika ditanya tentang kontribusi PDAM kepada PAD Kutai Timur, Aji Mirni mengatakan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua, Kutim, hingga saat belum mampu berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kutai Timur. Bahkan perusahaan yang berdiri sejak tahun 2001 itu, selalu mendapatkan subsidi dari Pemkab Kutim. PDAM tidak mampu memberikan pasokan PAD, karena tingginya biaya operasional dibanding pendapatan.

(Voice-Aji Mirni ,Dirut PDAM)

Biaya produksi yang tinggi, disebabkan oleh ketergantungan operasional PDAM Tirta Tuah Benua oleh genset yang membutuhkan bahan bakar solar.  Dikatakan oleh Aji Mirni (2/11), berdasarkan hasil evaluasi tarif yang dihitung PDAM, rata-rata saat ini harga jual air per liter kubik hanya lima ribu enam ratus rupiah. Sementara jika melihat tarif Full Cost Recovery (FCR), seharusnya harga yang diterapkan sebesar delapan sampai dengan Sembilan ribu rupiah per liter kubik. Dalam sebulan, biaya keseluruhan untuk operasional bisa mencapai empat Miliar Rupiah, sedangkan untuk pendapatannya bekisar dua koma empat sampai tiga Miliar Rupiah. Sehingga terjadi selisih cukup besar antara biaya produksi dengan harga jual.

(Voice-Aji Mirni, Dirut PDAM)

Untuk kedepannya PDAM Tirta Tuah Benua berharap dapat menyumbangkan PAD untuk Kutai Timur.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments