Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Pemkab Kutim Cadangkan 800.000 Hektar Kawasan Hutan Kutim Sebagai Hutan Lindung Non Budidaya

Pemkab Kutim Cadangkan 800.000 Hektar Kawasan Hutan Kutim Sebagai Hutan Lindung Non Budidaya

(3832 Views) November 29, 2015 2:53 pm | Published by | 279 Comments

Sangatta. Saat ini Pemerintah Kutai Timur tengah mencadangkan 800 ribu hektar sebagai kawasan hutan lindung dari total luas kawasan hutan Kutai Timur sebesar 32 ribu hektar. Luasan ini diantaranya sepadan sungai, pantai, hutan kota dan hutan desa termasuk sebagian wilayah Taman Nasional Kutai (TNK) yang belum di enclave. Wilayah ini akan dicadangkan sebagai kawasan non budidaya kehutanan.

Kepala Dinas Kehutanan Kutai Timur Idham Edwin di dampingi kepala bidang Inventarisasi dan Tata Guna Hutan Samsidiharto, mengatakan bahwa selain sudah melakukan penunjukkan hutan kota di Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Muara Bengkal,  Pemerintah Kutim kini juga tengah gencar mengajukan penetapan hutan desa kepada kementerian kehutanan. Saat ini sudah ada dua hutan desa antaranya di Kecamatan Karangan seluas 9.400 Hektar dan di Desa Long Betuq Kecamatan Busang 880 hektar. Serta yang kini masih dalam pengajuan Bupati Kutim kepada Kementrian Kehutanan kawasan hutan seluas 950 hektar di Desa Batu Lepok yang juga berada di Kecamatan Karangan. Kawasan hutan desa ini diajukan oleh kelompok tani atau RT desa setempat melalui Bupati Kutim.

Lanjut Samsidiharto, ke depan hutan desa ini setelah mendapatkan izin dari Pusat akan dikelola oleh warga desa setempat. Hutan ini bisa berfungsi sebagai wisata dan penangkaran hewan. Selain itu, masyarakat setempat juga diperkenankan untuk menanam jenis pohon yang mereka anggap langka. Namun Sam menjamin, kawasan hutan desa ini tidak akan berubah fungsi menjadi hutan adat kedepannya. Hal ini karena persyaratan menjadi hutan adat di wilayah tersebut tidak terpenuhi seperti tidak adanya hukum adat yang mengatur pola kehidupan masyarakat setempat secara turun temurun sejak dahulu, seperti kawasan hutan wehea yang kini tengah diproses menjadi hutan adat.

(voice)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

279 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments