Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Pemprov Kaltim Masih Terhutang Dana Bagi Hasil Pajak Tahun 2014 kepada Pemkab Kutim Sebesar Rp160 Miliar

Pemprov Kaltim Masih Terhutang Dana Bagi Hasil Pajak Tahun 2014 kepada Pemkab Kutim Sebesar Rp160 Miliar

(449 Views) Agustus 5, 2015 8:50 am | Published by | No comment

Sangatta. Pemerintah Provinsi Kaltim ternyata tahun lalu masih memiliki hutang kepada Pemkab Kutim akibat kurang bayar sebagian dana bagi hasil pajak. Nilai terhutang ini ternyata cukup besar karena dari target dana bagi hasil pajak Pemprov Kaltim tahun 2014 sebesar Rp374,5 Miliar, masih ada hutang Pemprov Kaltim sebesar Rp160 Miliar. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kutai Timur  Hj Yulianti, didampingi Sekertaris M Zaini.

Dijelaskan, dari target realisasi dana bagi hasil pajak Pemprov Kaltim kepada Pemkab Kutim di tahun 2014 lalu sebesar Rp374,5 Miliar, Pemprov Kaltim masih terhutang sebesar Rp160 Miliar. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim mengenai kejelasan kapan dana ini akan dibayarkan. Besar kemungkinana dana ini baru akan dibayarkan pada anggaran perubahan tahun ini. Hal ini bukan lah sesuatu yang baru, karena setiap tahunnya Pemprov kaltim selalu kurang bayar.

(voice)

Ditambahkan Zaini, untuk tahun ini saja, hingga Juli tercatat dana bagi hasil pajak dari Pemprov Kaltim kepada Pemkab Kutim baru terbayar sebesar Rp62 Miliar dari target Rp374,5 Miliar, atau masih tersisa Rp312 Miliar.

Untuk diketahu beberapa item penerimaan yang menjadi bagi hasil antara Pemprov Kaltim dan dan Pemkab Kutim adalah Bagi hasil Pajak Kendaraan bermotor, bagi hasil pajak kendaraan diatas air, bagi hasil bea balik nama kendaraan bermotor, bagi hasil bea balik nama kendaraan diatas air, bagi hasil pajak bahan bakar kendaraan kendaraan bermotor,  bagi hasil pajak pengambilan dan pemanfaatan air permukaan dan bagi hasil pajak rokok.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments