Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Pengamanan Perairan Laut dan Illegal Fishing Jadi Atensi Panglima Armada Timur

Pengamanan Perairan Laut dan Illegal Fishing Jadi Atensi Panglima Armada Timur

(482 Views) Maret 1, 2016 9:18 am | Published by | No comment

Sangatta. Upaya penguatan pengamanan perairan laut dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, tetap menjadi prioritas TNI Angkatan Laut (AL). Terlebih saat ini di perairan laut Indonesia, kasus penyelundupan, baik migran dan narkoba serta pencurian ikan (Illegal Fishing) masih terjadi, walau intensitasnya sudah sangat rendah. Hal ini diungkapkan Panglima Komando Armada Timur Laksamana Muda TNI Darwanto, usai menutup Latihan Pra Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia TA. 2016 di Sangatta, Selasa (1/3) siang tadi.

Kepada awak media, Laksamana Muda TNI Dawranto mengatakan sebagai bentuk dukungan penuh kepada program Pemerintah di bawah komando Presiden RI Joko Widodo yang menginginkan Indonesia kembali menjadi poros kekuatan maritim dunia, untuk itu TNI-AL hadir dan siap mendukung penuh program tersebut. Armada AL harus hadir di seluruh kawasan laut Indonesia. Untuk itu kehadirannya di Kutim selain untuk menutup Latpra Tugas Pengamanan Perbatasan, juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna laut di Kutim.
Lanjutnya, dalam pengamanan laut wilayah Kutim hingga Nunukan dan termasuk perairan Sulawesi, Koarmatim mengerahkan 6 KRI. Termasuk dalam pengamanan perbatasan laut Ambalat. Terkait kegiatan Illegal Fishing dan kegiatan Illegal lainnya, seperti penyelundupan imigran, narkoba dan pelanggaran wilayah, tentu terus akan dilakukan operasi pengamanan laut. Bahkan dengan rutinnya operasi, jumlah illegal fishing kini sangat jauh menurun.

Namun menurut Darwanto, saat ini yang menjadi atensi pemerintah dan TNI-AL adalah upaya penyelundupan kepiting betina penelur dari perairan Indonesia ke luar wilayah Indonesia. Hal ini perlu adanya antisipasi khusus dan perlu ada keterlibatan masyarakat berama TNI-AL untuk melakukan pencegahan. Jangan saat ini masyarakat hanya berfikir ekonomis dan keuntungan. Namun fikirkan jika beberapa tahun kedepan kita harus ketergantungan membeli atau mengimpor kepiting dari luar negeri. Praktek penyelundupan kepiting betina ini masih kerap ditemui di wilayah Tarakan dan Nunukan yang diselundupkan ke Malaysia.

(voice – Panglima Atmatim)

Lebih jauh dikatakan Panglima Armatim Laksamana Muda TNI Darwanto, operasi khusus sudah diinstruksikan kepada Lanal, dan beberapa kali berhasil menggagalkan dan menangkap penyelundupan, baik penyelundupan penjualan kepiting dan narkoba. Walaupun diakui masih ada celah akibat kekurangan personil dan armada di laut, namun dengan sinergitas bersama antara TNI-AL dan masyarakat dalam melakukan tindakan pencegahan, maka penyelundupan dan illegal fishing yakin dapat diatasi.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments