Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » PENGIDAP HIV/AIDS TERBANYAK DIKUTIM USIA 21- 50 TAHUN RATA – RATA USIA KERJA

PENGIDAP HIV/AIDS TERBANYAK DIKUTIM USIA 21- 50 TAHUN RATA – RATA USIA KERJA

(435 Views) Juni 9, 2016 7:59 am | Published by | No comment

SANGATTA – Seperti diketahui 19 perusahaan di Kalimantan Timur  menerima penghargaan untuk pencegahan HIV/ AIDS, hampir 45 persennya atau 9 perusahaan dari Kutai Timur, penghargaan tersebut patut di syukuri apalagi perusahan sangat berkaitan untuk melakukan pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja karena dimana Kutai Timur sangat rawan. Diungkapkan,  dilihat dari jumlah statistiknya pengidap HIV/AIDS terbesar adalah swasta sekitar tiga puluh persen.

Kepada Rpdkutim, Dr. Harmadji menyebut, selama ini orang hanya menyalahkan PSK saja bahwa mereka adalah sumber segala masalah. Namun sebenarnya mereka bukanlah sumber, hanya penjual jasa yang mendapat panggilan dari si pembeli. Sementar para pekerja tersebut harus dilindungi karena mereka adalah pahlawan bagi keluarganya. sementara pengidap HIV/AIDS sekitar usia  21 sampai dengan 50 tahun, artinya mereka di usia kerja. Hal ini yang membuat KPA lebih genjar dalam mensosialisasikan pencegahan dan penularan HIV/AIDS di perusahaan- perusahaan. Dia mengatakan, bersyukur dengan perusahaan yang didatangi karena mereka sangat merespon dengan baik.

Voice: Sekretaris KPAD Dr. Harmadji

Dari 85 ribu tenaga kerja laki- laki yang bekerja di Kutim dikatakan berada pada dua sector besar yaitu pertambangan dan perkebunan. Tidalk hanya di perkotaan, mereka juga di kecamatan- kecamatan terpencil yang kita ketahui infrastrukturnya sangat terbelakang, tidak ada tempat hiburan yang sehat sehingga yang muncul tempat hiburan malam dengan konotasi plus yang menyediakan perempuan penjajah seks. Hal tersebut yang paling berbahaya. “sebut Harmadji”. Sementara karyawan laki- laki harus dilindungi sebab mereka adalah pejuang bagi keluarganya.

Sementara itu, dari pihak Disnaker sendiri mengatakan, Pelaksanaan HIV/ AIDS ditempat kerja mengacu pada kepmenaker No. 68 tahun 2004 dasar mengapa pencegahan HIV/AIDS itu dilakukan di perusahaan. Berdasarkan Kepmen tersebut perusahaan melakukan bekerjasama dengan KPAD Kutai Timur.

Mereka berharap, kedepan tidak hanya 9 perusahaan namun semua perusahaan di Kutim melakukan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments