Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Pengolahan Air Bersih Biji Kelor Bisa Dianggarkan Melalui Dana Desa Membangun Rp 2 – 5 Milyar

Pengolahan Air Bersih Biji Kelor Bisa Dianggarkan Melalui Dana Desa Membangun Rp 2 – 5 Milyar

(401 Views) September 1, 2016 10:17 am | Published by | No comment

Sangatta. Pemerintah Kutim sangat mendukung terobosan yang dilakukan Sekolah Tinggi ilmu pertanian (Stiper) Sangatta dalam pengolahan air bersih berbasis kemasyarakatan dengan menggunakan biji buah kelor atau jarak. Hal ini diungkapkan Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim Irawansyah usai mengikuti pemaparan Tim Peneliti Stiper Sangatta, terkait pengelolaan air bersih di Embung Desa Benua Baru Ulu Kecamatan Sangkulirang, baru-baru ini.

Dikatakan Irawansyah, apa yang dilakukan pihak Stiper Sangatta sejalan dengan program pemerintah Kutim dalam upaya pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di desa. Sehingga pemerintah Kutim sangat mendukung upaya yang dilakukan ini. Terlebih pengolahan air bersih menggunakan biji kelor ini merupakan pertama kali di Kutim dan berpotensi untuk dikembangkan di desa-desa lainnya di Kutim.

Lanjutnya, walaupun dalam tahap awal pemerintah harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp 117 juta untuk membiayai pembangunan instalasi pengelolaan air bersih ini, namun hal tersebut berjangka waktu lama dan tidak akan membutuhkan biaya tambahan lainnya di kemudian hari. Tinggal masyarakat di desa tersebut menanam pohon kelor atau jarak yang dalam waktu setahun sudah bisa menghasilkan biji jarak yang digunakan sebagai penjernih air.

Sebagai pilot projek, Embung Desa benua baru Ulu ini telah terlebih dahulu digunakan pihak Stiper dalam penelitian pengolahan air bersih dengan biji jarak. Sedangkan pemerintah Kutim tinggal melakukan pipanisasi air bersih ke rumah-rumah warga di desa Benua Baru Ulu yang berjumlah 200 KK (Kepala Keluarga). Sementara dirinya berharap pada tahun depan pengolahan air bersih berbasis masyarakat dengan menggunakan biji kelor ini bisa dialokasikan melalui anggaran program desa membangun Rp 2 milyar hingga Rp 5 milyar per desa, dan tidak hanya Desa Benua Baru Ulu saja yang akan diterapkan sistem pengolahan air bersih menggunakan biji kelor ini, tetapi juga di beberapa kecamatan lainnya di Kutim seperti Teluk Pandan dan Kaubun.

(Voice : Plt Sekda Irawansyah – Pengolahan Air Bersih Biji Kelor)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments