Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Peningkatan Daya Saing Keunggulan Daerah Berbasis Agribisnis

Peningkatan Daya Saing Keunggulan Daerah Berbasis Agribisnis

(682 Views) Februari 9, 2015 10:33 pm | Published by | No comment

Sangatta, rpdkutimfm.wordpress.com – Kabupaten Kutai Timur diketahui mempunyai kekayaan Sumber daya alam (SDA) yang belum terbarukan dan memiliki banyak potensi-potensi atau produk-produk unggulan seperti kelapa sawit, karet, cokelat dan lain sebagainya. Namun untuk sementara ini Pemerintah masih hanya terpaku pada masalah hulunya saja. Artinya sawit hanya sampai pada Crude Palm Oil (CPO), karet dibawa ke Banjarmasin atau hanya antar pulau saja, belum memiliki indutri-industri yang dapat mengelola potensi-potensi tersebut.

Berangkat dari hal tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur berharap 5 (lima) tahun kedepan, Kutai timur bisa memiliki industri-industi baik, dalam skala kecil maupun dalam skala besar, untuk itu Pemerintah Darah telah menyiapkan Kawasan Industri yaitu Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI)Maloy sehingga nanti turunannya betul-betul bisa menjadi produk unggulan daerah.

Artinya Crude Palm Oil (CPO) nanti bisa diolah menjadi bahan jadi seperti minyak goreng, sabun, bahan kosmetik dan lain sebagainya, karet bisa diolah menjadi bahan-bahan setengah jadi atau bahan jadi. Setelah itu dari Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy bisa diekspor baik antar pulau maupun antar negara. Karena Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy nantinya akan di upayakan menjadi wilayah Indutri , sehingga produk-produk unggulan yang ada di Kabupaten Kutai Timur bisa diolah menjadi produk yang telah jadi, serta siap untuk diekspor keluar Kabupaten Kutai Timur baik antar pulau maupun antar negara. Hal inilah yang menjadi latar belakang BAPPEDA Kutim mangambil tema dalam Musyawarah Pembangunan Daerah Tahun 2016 ini dengan mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Keunggulan Daerah Berbasis Agribisnis”.

Sekretaris BAPPEDA Kutim Arjohansyah pada saat diwawancara RPD Kutim terkait MUSRENBANGCAM (Musyawarah Rencana Pembangun Daerah tingkat Kecamatan) diruangannya pada senin (9/2/15) menjelaskan upaya-upaya yang ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Kutim untuk mencapai rencana tersebut, Pemerintah Daerah telah melaksankan konsolidasi secara investasi dengan investor-investor dari luar.

Selanjutnya Pemerintah Daerah, Pemerintah tingkat Provinsi maupun Pusat, juga sudah berupaya memperbaiki infrastruktur-infrastruktur yang ada, baik infrastruktur jalan, pelabuhan dan sebagainya secara maksimal telah mengarahkan supaya perbaikan-perbaikan terssebut dapat dieselasaikan secepatnya.

Selainnya perbaikan infrastruktur-infrastruktur, listrik juga tidak luput dari perhatian Pemerintah, seperti di wilayah Kecamatan Muara Wahau Pemerintah melakukan Perbaikan kebutuhan Listrik dengan melaksanakan kerjasama dengan PT.BEP dan sudah berupaya membangun smelter Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Batubara (PLTB), yang mana arahnya nanti adalah mengaliri Pusat Industri Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy disamping untuk wilayah Wahau sendiri sebagai konsumsinya. Dari hal inilah akan tumbuh kembang menjadi Kota Industri, pabrik-pabrik yang mana ini nanti akan menjadikan cikal-bakal pertumbuhan ekonomi untuk Wilayah Kutai Kutai Timur kedepan. (desi)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments