Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Peningkatan Kompetensi, Jangan Sampai Buat Tugas dan Tanggung Jawab Terbengkalai

Peningkatan Kompetensi, Jangan Sampai Buat Tugas dan Tanggung Jawab Terbengkalai

(509 Views) September 16, 2016 4:55 am | Published by | No comment

Sangatta – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Wiyata Husada Samarinda membuka kelas jauh untuk program studi S1 Keperawatan dan Ners dalam satu paket. Program Studi tersebut diperuntukan bagi para perawat lulusan D3 di Kutai Timur, yang sudah bekerja di Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Rumah Sakit di Lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Dengan lama belajar 2,5 tahun, mereka yang mengikuti program pendidikan ini tak hanya akan mendapatkan gelar S1 Keperawatan, namun juga profesi Ners bisa digunakan untuk membuka praktek Keperawatan mandiri.

Direktur STIKES Wiyata Husada Samarinda, Edi Wiyono menjelaskan kelas yang akan dibuka di Sangatta tersebut, merupakan kelas jauh bukan kelas jarak jauh. Seperti yang sudah dibuka di Balikpapan, dengan kualifikasi pengajar berpendidikan S2 dan S3. Edi mengungkapkan STIKES Wiyata Husada Samarinda memberikan kuota mahasiswa untuk kelas jauh di Sangatta sebanyak 60 mahasiswa.

Sosialisasi tentang pendidikan Keperawatan STIKES Wiyata Husada Samarinda digelar belum lama ini yang dipimpin Asisten Pemerintahan Syafruddin MAP, didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr Aisyah MARS dan Kepala Bidang Pembinaan ANS Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kutim.

Dalam kesempatan tersebut, Syafruddin menyambut dengan baik kelas jauh tersebut akan para perawat yang ada di Kutim dapat meningkatkan kompetensi sebagai perawat. Namun Dirinya berpesan dalam peningkatan pendidikannya juga harus memperhatikan tugas dan tanggung jawab tidak terbengkalai. Sebagai pelayan masyarakat, terutama yang bekerja di Rumah Sakit karena bekerja sampai hari minggu.

Voice : Syafruddin (Asisten Pemerintahan)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Aisyah mengaku senang jika tenaga kesehatan di Kutim bisa meningkatkan kompetensinya dalam pelayanan kesehatan. Terutama untuk perawat ke depan setiap Puskesmas harus memiliki perawat dengan pendidikan Ners minimal satu disetiap Puskesmas.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments