Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Penutupan Lokalisasi Kaltim

Penutupan Lokalisasi Kaltim

(449 Views) Juni 2, 2016 5:55 am | Published by | No comment

Sangatta, DisHubKomInfo. tanggal 1 juni kemarin di  peringati sebagai hari kesaktian Pancasila secara nasional. Di Kalimantan Timur, selain diperingati sebagai hari kesaktian pancasila. tanggal 1 Juli juga diperingati sebagai hari penutupan lokasi dan lokalisasi se Kalimantan Timur

Menurut Asisten III Provinsi Kalimantan Timur. Bere Ali, pembebasan Indonesia dari lokalisasi sesuai pencanangan  Presiden  Jokowi dan untuk kaltim  melalui surat Keputusan  gubernur. Seperti yang kita ketahui  bahwa kaltim merupakan daerah terbanyak kedua Lokalisasi setelah Provinsi Jawa Timur, kaltim mempunyai jumlah lokalisasi 21 dan 17  lokasi. Secara keseluruham ada 38 lokalissi dan lokasi yang tersebar di kaltim

Mantan Kepala Dinas Sosial Kaltim ini menyatakan bahwa penutupan Lokalisasi mempunyai tujuan  mengembalikan fungsi manusia sesuai fungsi sosial yang sesungguhnya. Tapi sebelum diterjunkan ke masyarakt, pemerintah akan memberikan bimbingan sosial, mental, spiritual, pelatihan keterampilan dan modal usaha Ekonomi produktif serta jaminan hidup sebesar 3 juta selama 3 bulan pasca penutupan

Untuk mengantisifasi para Eks Lokalisasi tumbuh dan menyebar kembali di tengah-tengah masyarakat, pemerintah provinsi akan membentuk tim terpadu yang terdiri  PNS didampingi TNI Polri. Untuk  kabupaten kota akan membentuk satuan tugas (satuan tugas). Satuan tugas ini terdapat pada tingkat kecamatan, desa hingga kelurahan dan berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat

Apabila masih ditemukan  wanita Tuna Susila (WTS) ini beroperasi pasca penutupan dan bimbingan.  pemerintah akan bertindak tegas, tindakan tersebut bisa dengan mencabut KTP domisi kaltim dan akan dipulangkan ke daerah asal melalui koordinasi antar pemerintah atau bisa juga dibuatkan peraturan daerah (perda) dan bisa dituntut pidana

Mantan Kepala Biro (Karo) Sosial Setrov Kaltim ini mengharapkan dukungan kepada semua pihak terutama masyarakat kaltim agar dapat mensukseskan program pemerintah secara bersama-sama membebaskan bumi etam yang kita cintai  terbebas dari penyakit masyarakat, minimal melaporkan kepada aparat pemerintah setempat apabila mendengar dan melihat bibit-bibit baru lokalisasi yang akan muncul. (jw/Ria/Desi)

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments