Menu Click to open Menus
Home » Acara » Polemik Munas V HIPMA KT, Alam Meminta Maaf dan Mengklarifikasi.

Polemik Munas V HIPMA KT, Alam Meminta Maaf dan Mengklarifikasi.

(139 Views) Maret 11, 2019 10:09 am | Published by | 2 Comments

Sangatta – Musyawarah Nasional Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMA KT) yang berlangsung  selama dua hari sejak rabu lalu hingga jumat delapan maret, bertempat di Hotel Jamrud Sangatta, nampaknya masih menyisakan berbagai polemik, dimulai dari isu dukungan oleh delegasi  peserta munas, hingga sampai pada persoalan administratif persidangan.

Menepis kabar sebelumnya Jery Dwi Chandra perwakilan HIPMA KT cabang Bandung menyampaikan bahwa ia  tidak pernah merekomendasikan saudara Alam sebagai calon ketua, sehingga dirinya merasa terganggu atas keterangan tersebut. Selanjutnya ia juga menyampaikan penolakannya terhadap Hasil Munas V HIPMA KT dikarenakan calon ketua terindikasi dalam pencalegkan oleh salah satu partai politik.

Voice Jeri

Ditemui secara terpisah, Alam menyampaikan permohonan maafnya kepada RPD Kutim atas pemberitaan tersebut, serta sekaligus permohonan maafnya atas polemik dan isu dukungan yang sedang bergulir saat ini, ia menegaskan bahwa memang benar ada gesekan didalam persidangan namun dirinya tidak mengetahui pasti karena tidak berada didalam ruang sidang. Kemudian atas isu pencalegan dirinya menyampaikan bahwa sudah mengundurkan diri dari partai politik tersebut sejak bulan November 2018 lalu, hanya saja nama yg sudah masuk dalam Daftar Caleg Tetap (DCT) tidak bisa dihapus kecuali meninggal dunia atau terjerat kasus pidana.

Voice Alam

 

Print Friendly, PDF & Email
This post was written by erwin syuhada
About

Ketidaktahuan tidak akan menolong siapa pun.

Categorised in:

2 Komentar for Polemik Munas V HIPMA KT, Alam Meminta Maaf dan Mengklarifikasi.

  • Ali berkata:

    Kaji ulang Munas V HIPMA-KT atau HIPMA-KT di TIADAKAN…!!!

  • Bejo berkata:

    Apakah kalau mmg calon yg satu gugur secara adiminisratif anda sebagai calon tunggal memenuhi kriteria yg sudah di seleksi terlebih dahulu? Bisa saja anda juga tidak masuk dalam proses administrasi, dan kesalahan nya presidium dengan sepihak mengambil keputusan aklamasi tanpa memeriksa kelengkapan kriteria calon tunggal yg tersisa. Saya pikir ini munas tidak sah. Tidak diambil keputusan secara musyawarah.

Tinggalkan Balasan ke Bejo Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.