Menu Click to open Menus
Home » Kesehatan » Program Jamban Sehat Rantau Pulung Curi Perhatian Di Tingkat Provinsi

Program Jamban Sehat Rantau Pulung Curi Perhatian Di Tingkat Provinsi

(279 Views) Oktober 26, 2018 9:13 am | Published by | No comment

Sangatta – Mengikuti lomba Camat Berprestasi tingkat provinsi Kalimantan Timur tahun 2018, Camat Rantau Pulung, Mulyono, membawa tiga program unggulan yang dipresentasikannya. Dari tiga program tersebut, program jamban sehat yang mencuri perhatian Tim Penilai.
Program jamban sehat tanpa menggunakan dana ABPD, sedianya akan dibangun sebanyak dua ratus sepuluh buah, di tujuh desa di Rantau Pulung. Jumlah tersebut sesuai dengan data warga yang memang belum memilki jamban yang layak. Sejak berjalannya program tersebut, baru seratus dua puluh diantanya yang sudah terbangun, sementara sisanya masih dalam proses pembangunan.
Dengan program jamban sehat, Kecamatan Rantau Pulung menargetkan seluruh desanya, menjadi desa Open Dedecation Free (ODF), yakni desa bebas dari buang air sembarangan. Hal tersebut menyangkut pembenahan permasalahan kesehatan, karena dengan buang air sembarang bisa menimbulkan pencemaran dan mengganggu kesehatan.
Kepada RPDKutim, Rabu, 24 Oktober, Mulyono menjelaskan, dana yang digunakan tidak menggunakan dana ABPD, namun menggunakan dana CSR dari perusahaan dan bantuan dari TNI, serta Basnaz dan swadaya dari warga.
Warga yang didata mendapatkan bantuan tersebut, akan dibangunkan jamban lengkap dengan closet serta penampungan kotoran atau sepiteng, dengan tiga gorong-gorong. Namun pembangunan dinding jamban, diserahkan kepada pemilik rumah. Karena menurut Mulyono, untuk memberikan dinding sendiri, dirasa tidak memberatkan bagi warga, terlebih dalam penilaian ODF, dinding tidak termasuk yang dinilai.
Voice : Khusnul Khotimah

Print Friendly, PDF & Email
Categorised in: ,

No comment for Program Jamban Sehat Rantau Pulung Curi Perhatian Di Tingkat Provinsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.