Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Programkan PAMDes, Pemerintah Kutim Bangun Minat dan Manajerial Pengurus Desa Melalui Kapasitas Building

Programkan PAMDes, Pemerintah Kutim Bangun Minat dan Manajerial Pengurus Desa Melalui Kapasitas Building

(439 Views) Mei 21, 2016 9:01 am | Published by | No comment

Sangatta. Untuk menjabarkan program Bupati Kutai Timur terkait pemenuhan kebutuhan dan ketersediaan air bersih bagi seluruh masyarakat Kutai Timur, saat ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur, telah melakukan pemetaan terkait jangkauan dan kemampuan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sangatta. Dengan dilakukan pemetaan ini maka diketahui wilayah mana saja di Kutim yang mampu terlayani PDAM dan wilayah mana yang tidak mampu terlayani. Bagi wilayah-wilayah yang tidak mampu dilayani PDAM, saat ini Pemerintah Kutim sudah memprogramkan pengelolaan air berbasis masyarakat desa (PAMDes).

Kepala Bappeda Kutim Suprihanto didampingi Kabid Sarana dan Prasarana (Sapras) Sumarjana, menyebutkan bahwa bagi desa-desa yang tidak mampu terlayani PDAM, pemerintah sudah melakukan survei dan pemetaan terhadap desa-desa tersebut. Survei terkait ketersediaan sumber air baku atau air permukaan, seperti adanya danau, embung, atau sumber air permukaan lainnya. Sementara bagi desa yang tidak memiliki sumber air permukaan maka akan dilakukan survei geolistrik untuk mencari sumber-sumber air dalam atau air tanahnya. Namun saat ini yang mendapatkan prioritas utama dalam pelaksanaan program PAMDes ini adalah bagi desa yang memiliki potensi air permukaan.
Lanjut Sumarjana, program PAMDes ini baru akan dilaksanakan pada awal tahun 2017 mendatang pada 14 desa di Kutim. Namun demi mematangkan pelaksanaan program ini, tahun ini pemerintah akan mengirimkan masing-masing pengurus desa untuk melaksanakan kapasitas building. Hal ini karena nantinya PAMDes ini akan dikelola sepenuhnya oleh masyarakat desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan manfaatnya pun akan dinikmati sepenuhnya bagi desa setempat. Sehingga dirasa perlu dilakukan pemantapan bagi pengurus desa itu sendiri, terutama dalam pembangunan minat dan manajerial masyarakat. Agar fasilitas yang dibangun kelak tidak menjadi mangkrak.

Sementara itu, pembangunan PAMDes sendiri akan memakan biaya antara Rp 600 juta hingga Rp 900 juta per desanya, lengkap dengan pengolahan air dan pipa distribusi induknyanya. Namun kini ada angin segar dari Kementrian PU dan Perumahan Rakyat dalam program penyediaan air berbasis masyarakat ini. Jika Pemerintah Kutim mampu memenuhi persyaratan administrasi dan teknis sesuai apa yang dipersyaratkan Kementrian PU dan Perumahan Rakyat, maka ada shering pembiayaan pembangunan. Jika Pemkab bisa membangun satu PAMDes di satu desa, maka Kementrian akan membangunkan di empat desa lainnya.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments