Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » PT KPC Bayar Denda 11,39 M, BLH Kutim Berharap Pemkab Kutim juga Kebagian Jatah

PT KPC Bayar Denda 11,39 M, BLH Kutim Berharap Pemkab Kutim juga Kebagian Jatah

(503 Views) Oktober 8, 2015 7:05 am | Published by | No comment

Sangatta. PT Kaltim Prima Coal (KPC) akhirnya membayar denda akibat pencemaran Sungai Sangatta yang disebabkan jebolnya tanggul penampungan limbah hasil tambang yang akhirnya masuk dan mencemari Sungai Bendili anak Sungai Sangatta. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutai Timur Ence Akhmad Rafiddin Rizal, saat ditemui diruang kerjanya, pagi tadi, mengatakan bahwa dari hasil perundingan tim negoisasi BLH Kutim dengan pihak PT KPC terkait pencemaran Sungai Sangatta pada Akhir tahun lalu, disepakati PT KPC membayar denda sebesar Rp11,39 miliar kepada kas negara melalui Kementrian Lingkungan Hidup.

Lanjut Rizal, karena penyelesaian kasus antara perusahaan dengan pihak Pemkab ini baru pertama kali diselesaikan oleh pihak daerah dan bukan oleh pihak Kementrian, maka kini pihak Kementrian LH dan Kementrian Keuangan sedang mendiskusikan agar Pemkab Kutim juga mendapat jatah persentase dari denda yang dibayarkan PT KPC. Rizal sendiri mengaku belum mengetahui berapa persen kah jatah Pemkab Kutim. Namun yang pasti jika memang dapat kucuran, dana tersebut hanya dapat digunakan untuk penegakan hukum dan pengelolaan lingkungan air.

Lebih jauh Rizal mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah mempunyai perencanaan jika kucuran dana denda KPC ini turun ke Kutim, selain sebagian akan digunakan untuk peningkatan kapasitas pengolahan air PDAM Tirta Tuah Benua Kutim, pihaknya juga akan menggunakan dana ini untuk pemeliharaan beberapa mata air dan sumber air bersih di Kecamatan-kecamatan seperti di Kecamatan Sandaran, Kaliorang dan Kecamatan lainnya.
(voice)

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, akibat jebolnya tanggul penampungan limbah tambang milik PT PKC pada Desember tahun lalu, lumpur limbah tambang ini kemudian mencemari Sungai Bendili yang merupakan anak Sungai Sangatta. Akibat pencemaran ini, PT KPC rencananya dituntut oleh BLH Kutim, namun karena adanya negoisasi antara pihak PT KPC dengan tim negoisasi BLH, PT KPC akhirnya dijatuhi sanksi denda sebesar Rp11,39 miliar dan harus melakukan rehabilitasi Sungai Sangatta yang menjadi satu-satunya sumber air baku PDAM Tirta Tuah Benua Kutim.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments