Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Pustakawan Harus Terus Tingkatkan Kualitasnya, Agar Tidak ditinggalkan Penggunanya

Pustakawan Harus Terus Tingkatkan Kualitasnya, Agar Tidak ditinggalkan Penggunanya

(383 Views) Mei 26, 2016 9:05 am | Published by | No comment

Sangatta – Dalam Rakor yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Kalimantan Timur, yang difasilitasi Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur, padi tadi Kamis (26/5/16) diruang Tempudau Kantor Bupati, Bukit Pelangi Kepala Divisi Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Kalimantan Timur Amru Wahid Batubara mengatakan Pustakawan merupakan ujung tombak dalam pengelolaan dan penyediaan layanan informasi di Perpustakaan kepada masyarakat dengan segala sub ilmu yang dikelolanya, yang tidak terbatas karena menyadari ilmu pengatahuan yang sudah terekam, tercetak atau tertulis sejak zaman dahulu yang terbaru atau kerkini di eraglbalisasi seperti saat ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi diamana semua infomasi yang diharapkan oleh masyarakat untuk dapat diakses dengan mudah, serba cepat dan juga harus tepat semua sudah memasuki era digital.

Dengan kondisi sekarang tentu tugas pengelola perpustakaan atau pustakawan semakin berat dan juga tidak muda. Kalau melihat perkembangan perpustakaan dewasa ini, kita harus mensyukuri bahwa perpustakaan sebagai pusat sumber baca masyarakat telah mengalami kemajuan yang menggembirakan. Demikian pula dengan membudayakan minat minat baca kepada masyarakat telah dilakukan diberbagai tempat, baik di pusat, propvinsi dan Kabupaten/kota.

Amru menegaskan Idealnya yang bertugas di perpustakaan adalah sebaiknya seorang pustakawan, karena pengelola perpustakaan memerlukan keahlian khusus, serta pustakawan merupakan jabatan fungsional. Dewasa ini tantangan dan peluang  yang dihadapi oleh pustakawan dalam mengembangkan perpustakaan dan membudayakan membaca bagi masyarakat kita. Yang pertama tentu karena membaca belum menjadi budaya bagi masyarakat, untuk itu seorang pustakawan dimanapun harus giat melakukan strategi untuk mengaak masyarakat untuk membaca. Kalau tidak membaca ada yang kurang dalam hidup ini, ini juga termasuk salah satu program Pemerintah yang merencanakan gerakan indonesia gemar membaca.

Kedua perkembangan teknologi informasi dan dokumentasi, dan pustakawan mau tidak mau harus seoptimal mungkin memanfaatkan teknologi informasi, kalau perpustakaan tidak mau ditinggalkan penggunanya kita harus bersaing dengan media lain, yang semua bisa diperoleh dengan cepat dan mudah oleh karena perpustakaan dan pustakawan juga harus mengikuti perkembangan.

Tiga berbagai pihak belum optimal dalam pengembangan perpustakaan, sudah banyak pejabat yang memberikan apresiasi yang baik, fasilitas yang baik bagi perpustakaan namun sebagian masih ada yang belum sebagaimana mestinya. Untuk itu kita semua dituntut bisa menyakinkan bahwa perpustakaan itu sangat strategis dan pengelola perpusputkaan itu posisinya strategis.

Empat keluarnya berbagai peraturan seperti kebijan reformasi birokrasi, UU ASN, UU no. 34 tahun 2007 tentang perpustakaan, Peraturan Pemerintah kemudian standar nasional  perpustakaan yang semuanya  menuntut agar para pustakawan harus terus meningakat profesionalisme dan kompetensinya.

Lebih lanjut, Amru Wahid menerangkan berkaitan dengan pengembangan perpustakaan daerah, Pemerintah Provinsi dan Pemeritah Kabupaten/Kota menetapkan kebijakan daerah dalam pembinaan dan pengembangan perpustakaan diwilayah masing-masing, mengatur, mengawasi dan memperbaiki pengembangan perpustakaan diwilayah masing-masing.

Lebih jauh, dikatakan Amru Perpustakaan akan maju dan mampu menjadi perpustakaan tempat belajar sepanjang hayat untuk mewujud masyarakat yang gemar membaca apabila pustkawan terus meningkatkan kualitasnya. Perpustakaan juga harus dikelola sesuai dengan UU Perpustakaan dengan mudah dan cepat dan juga dengan tepat sehingga mampu bersaing dengan media lain yang selalu dengan mudah dan cepat melayani seperti google dan yahoo dan sebagainya. Mari kita jadikan perpustakaan sebagi pusat tempat belajar masyarakat, dan wujudkan bahwa perpustakaan memiliki peran yang nyata dalam meningkatkan kapasitas hidup masyarakat.

Voice Kepala Divisi Kanwil Kemenkum dan HAM Provinsi Amru Wahid Batubara

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments