Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Resiko Kerja Besar, UPTD PKHL Terkadang Malah Rogoh Kocek Pribadi Tangani Kebakaran Lahan

Resiko Kerja Besar, UPTD PKHL Terkadang Malah Rogoh Kocek Pribadi Tangani Kebakaran Lahan

(455 Views) September 15, 2015 8:48 am | Published by | No comment

Sangatta. Harus berhadapan dengan resiko yang besar, mulai dari bahaya terkepung api, belum lagi adanya hewan-hewan buas seperti buaya yang ada di rawa-rawa Sangatta, adalah hal yang harus dihadapi anggota Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Kutim yang berada dibawah Dinas Kehutanan Kutai Timur.

Menurut Kepala UPTD PKHL Kutim Beni, hampir setiap hari ada saja laporan titik hot spot di wilayah Sangatta dan Kutai Timur pada umumnya. Namun karena sebagian daerah sangat jauh dijangkau maka anggota UPTD PKHL hanya mampu menangani titik-titik api yang ada di wilayah Sangatta saja. Sementara anggota yang ada hanya berjumlah 15 orang dan peralatan pemadam api seadanya dan cukup tua, karena peninggalan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kutim.

Lanjutnya dari data yang ada hari ini, tercatat dari pantauan satelit ada 13 titik api yang tersebar di Kutim. 6 Hot spot di Muara Ancalong, 1 Hot Spot di Muara bengkal, Muara Wahau dan Teluk pandan, dan 3 Hot Spot di Kecamatan Sangkulirang. Sedangkan pada hari minggu (13/9) lalu, tercatat ada 26 titik api di wilayah Kutai Timur dan merupakan titik api terbanyak di Indonesia pada hari tersebut.

Lebih jauh dikatakan Beni, walaupun cukup kewalahan menghadapi kondisi yang ada namun jajarannnya tetap semangat menjalankan tugas yang ada. Sementara alokasi anggaran yang ada untuk operasional pemadaman api hanya Rp10 juta dalam setahun, termasuk uang makan. Sehingga tidak heran jika mereka terkadang merogoh kocek pribadi untuk membiayai kerja terutama konsumsi saat bekerja.

(voice)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments