Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Ribuan Warga Long Mesangat Kutai Timur Krisis Air Bersih Akibat Kemarau

Ribuan Warga Long Mesangat Kutai Timur Krisis Air Bersih Akibat Kemarau

(598 Views) September 17, 2015 8:56 am | Published by | No comment

Sangatta. Ribuan masyarakat Kecamatan Long Mesangat Kabupaten Kutai Timur mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih akibat musim kemarau panjang yang belum berakhir. Masyarakat Long Mesangat yang sebagian besar mengantungkan kebutuhan air bersihnya dari sumur-sumur yang ada di sekitar rumah  mereka kini mulai kebingungan. Pasalnya hampir semua sumur-sumur tersebut kini sudah mengering dan hanya tingga 2 atau 3 sumur saja yang masih berisi air namun dengan volume yang sedikit. Demikian diungkapkan Camat Long Mesangat Ajuansyah.

Dituturkan, bahwa akibat musim kemarau yang berkepanjangan, masyarakat di Kecamatan Long Mesangat terutama yang bermukim di SP Suka Makmur, Desa Segoy, Tanah Abang dan Sumber Agung, yang kesehariannya menggantungkan kebutuhan air bersihnya dari sumur-sumur warga kini mulai kesulitan air bersih. Sumur-sumur ini sudah mengering dan tinggal 2 atau 3 sumur saja yang merupakan bantuan PNPM yang masih berisi air. Sehingga masyarakat berbondong-bondong mengantri untuk mengambil air yang ada di sumur tersebut demi memenuhi kebutuhan air sehari-harinya. Sementara untuk ibu kota Kecamatan dan Desa Mukti Tama, hingga saat ini masih teraliri air PDAM walaupun sangat kecil dan bergiliran.

Krisis air bersih ini melanda hampir separo penduduk Kecamatan Long Mesangat yang berjumlah 4.700 jiwa. Sementara untuk warga yang bermukim jauh dari sumber air , terpaksa membeli air yang dijajakan warga dengan harga yang cukup mahal.

(voice)

Lebih jauh dikatakan Ajuansyah, selain kekurangan air bersih, imbas kemarau juga mengakibatkan kebakaran pada ratusan hektar lahan dan perkebunan karet serta sawit milik warga dan perusahaan. Kebakaran ini sebagian besar diakibatkan adanya warga yang membuka lahan dengan cara membakar ladang sehingga api merembet membakar kebun-kebun sawit dan karet. Warga dan karyawan perusahaan akhirnya turun bahu-membahu bekerjasama untuk memadamkan kebakaran lahan dengan peralatan seadanya. Sementara dirinya bersama aparat Kecamatan sudah menghimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar ladang karena imbasnya juga akan merugikan orang lain.

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments