Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Rilis Tangkapan Sabu 14 Kg, Penyidik Tuntut Penjara Seumur Hidup

Rilis Tangkapan Sabu 14 Kg, Penyidik Tuntut Penjara Seumur Hidup

(516 Views) Juli 13, 2016 7:56 am | Published by | No comment

Sangatta. Kepolisian Resort (Polres) Kutai Timur, Rabu (13/7), menggelar press rilis terkait keberhasilan penggagalan peredaran narkotika jenis sabu seberat 14,026 kg dengan taksiran nilai lebih dari Rp 30 Miliar. Press rilis yang dipimpin langsung Kapolres Kutai Timur AKBP Rino Eko ini mengungkapkan kronologis penggagalan masuknya barang haram yang diperkirakan dari Malaysia, yang bermula dari transaksi yang dilakukan di atas laut perairan Bunyu Tarakan dan kemudian masuk melalui jalur darat Tanjung Selor, dan masuk wilayah Kutai Timur.

Barang haram ini rencananya akan dibawa ke seorang bandar besar di Samarinda oleh dua orang tersangka kurir Suwardi bin Nipon (43) warga Samarinda namun berkartu tanda penduduk Kalosi Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan dan Galeh Widigdo Als Eddo bin Dwi Gunawan (18) warga Tarakan.  Keberhasilan penggagalan masuknya sabu ini, bermula saat dilakukannya giat razia atau penggal dalam rangka cipta kondisi saat pelaksanaan Operasi Ramadniyah Mahakam 2016, Sabtu (2/7) pukul 01.30 wita, di simpang 3 Perdau, poros Sangatta – Bengalon.

Kemudian didapati gelagat mencurigakan dari pengendara mobil kijang innova bernomor polisi KT 1778 BR, sehingga kemudian dilakukan pemeriksaan ke bagian dalam mobil dan ditemukanlah narkoba sabu tersebut. Modus penyelundupan narkotika sabu ini dengan cara memaket sabu menjadi bantalan berukuran sedang sebanyak 14 bantalan yang dibungkus plastik dan disimpan tersusun rapi di dalam sebuah jerigen air berukuran 30 liter. Jerigen sendiri tersimpan di bagian belakang dalam mobil kijang innova bernomor polisi KT 1778 BR.

(Voice : Kapolres Rino – Rilis Tangkapan Sabu 14 kg)

Lebih jauh dikatakan Kapolres Rino, hingga saat ini, keberhasilan pengungkapan Narkotika Sabu ini merupakan terbesar di Kalimantan Timur. Hingga saat ini kedua tersangka tersebut adalah kurir yang dikendalikan oleh seseorang yang berinisial YN, yang diduga warga Malaysia, melalui sambungan telepon seluler bernomor malaysia. Keduanya diupah Rp 50 juta per orang jika erhasil mengantarkan barang haram tersebut kepada seseorang di Samarinda, tetapi masing-masing baru di transfer Rp 20 juta. Selain 14 paket sabu, polisi juga berhasil mengamankan uang sebanyak Rp 900 ribu, 3 buah handpone selular, satu unit speedboat dan 1 buah mobil kijang innova. Keduanya dijerat pasal 112 dan 114 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup.

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments