Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Sanksi Kurungan dan Denda Menanti, Bagi Mereka Yang Masih Nekat Menjalankan Usaha Prostitusi di Kutim

Sanksi Kurungan dan Denda Menanti, Bagi Mereka Yang Masih Nekat Menjalankan Usaha Prostitusi di Kutim

(676 Views) November 4, 2016 12:38 pm | Published by | No comment

img20161103124426

Sangatta – Masyarakat di Desa Martadinata dan Desa Suka Rahmat semakin resah, dengan masih adanya praktek-praktek prostitusi di Tenda Biru dan Kawasan Pramuka Kecamatan Teluk Pandan. Hal ini, membuat Pemerintah Daerah Kutim, harus mengambil langkah yang lebih tegas, yakni dengan memberikan penyegelan pada Tempat Hiburan Malam (THM) khususnya yang masih saja menyediakan kamar-kamar.

Tim terpadu penutupan lokalisasi Kutai Timur, yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, (Satpol PP) TNI/POLRI berkekuatan kurang lebih 100 orang, dipimpin Asisten Kesejahteraan Rakyat Mugeni, Kamis (3/11/16) di Desa Martadinata dan Suka Rahmat Kecamatan Teluk Pandan melakukan Operasi (Razia) Penutupan Lokalisasi di Tenda Biru dan Pramuka, dengan memeriksa seluruh tempat yang ada. Namun hasilnya, tidak ada ditemukan aktifitas prostitusi atau para pekerja seks komersial di tempat-tempat tersebut, yang menjadi sasaran operasi.

Setelah memeriksa semua tempat, Tim akhirnya memberikan stiker penyegelan dan memasang spanduk bertulisan “Lokalisasi ini ditutup sesuai Peraturan Gubernur nomor 3 tahun 2016” serta melepaskan nama-nama tempat tersebut, dan membawa 11 orang pemilik THM yang berada ditempat. selanjutnya 11 pemiliki THM dibawa ke Pos Polisi Teluk Pandan untuk membuat surat pernyataan tidak mengulang usaha prostitusi kembali.

Dihadapan para pemilik THM yang dibawa ke Pospol, Mugeni secara tegas mengatakan Lokasisasi ditutup sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim, Surat Keputusan (SK) Bupati Kutim tidak ada lagi operasi. Jika masih saja tidak mengindakan aturan tersebut maka yang bersangkutan akan berhadapan dengan hukum bahkan bisa di kurung badan atau didenda.

Insert : Mugeni (Asisten Kesra)

Sementara itu, Kaurbin Ops Satsabara Ibda Suparman menambahkan penutupan lokalisasi tersebut, sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan sudah melalui tahapan-tahapannya. Senada dengan Mugeni, Suparman menegaskan bahwa arahan kali ini adalah yang terakhir kalinya, dan meminta kepada para pemilik tempat, dengan telah dibuatnya pernyataan untuk mengulangi kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya, karena sudah jelas tertuang dalam Pergub nomor 3 tahun 2016 serta sudah ada aturan Perdanya.

( Voice : Reporter RPD/Wak Hedir )

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments