Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Sekda : Kutim Konsekuen Pembangunan Melalui Agrobisnis dan Agroindustri

Sekda : Kutim Konsekuen Pembangunan Melalui Agrobisnis dan Agroindustri

(464 Views) Maret 17, 2017 3:03 pm | Published by | No comment
Sekda Irawansyah menyerahkan profil Kab. Kutim kepada Ketua DPRD PPU H. Nanang Ali

Sekda Irawansyah menyerahkan profil Kab. Kutim kepada Ketua DPRD PPU H. Nanang Ali

SangattaSekretaris Daerah Setkab Kutim, Irawansyah, didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, Sumarjanah, dan  Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Daeah Kabupaten Kutai Timur, menyambut kedatangan Ketua DPRD PPU, H.Nanang Ali dan rombongan. Rakor tersebut, dalam rangka Rapat Koordinasi (Rakor) III DPRD Penajam Paser Utara, Mengenai Rancangan Pembangunan Kawasan Pelabuhan, diruang Tempudau Kantor Bupati Bukit Pelangi Sangatta, Kamis (16/3/17).

Irawansyah menjelaskan, secara umum potensi di Kabupaten Kutai Timur, untuk mendukung kegiatan perekonomian adalah pertambangan yang masih diatas, dan cukup besar andilnya untuk pembangunan di Kutai Timur, Kedua, yakni  sektor perkebunan yang cukup luas dan saat ini menjadi andalan Kutim, dan merupakan salah satu motivasi Kutai Timur, bagaimana mewujudkan kemandirian Kutai Timur melalui pembangunan Agrobisnis dan Agroindustri.

Dia mengatakan tidak selamanya sektor pertambangan  tidak bisa diandalkan, menjadi pengalaman dari tahun 2015-2016 penjualan batu bara anjlok, dan tentunya juga berpengaruh pada penerimaan royalti Kutim. Untuk itu, Pemkab Kutim  saat ini  memfokuskan pendapatan APBD melalui pengembangan Agrobisnis dan Agroindustri.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka mulai dari zaman Bupati pertama Kutim Awang Faroek Ishak, sampai Ismunandar, Kutim tetap konsekuen, bagaimana visi Kutai Timur tetap pada pengembangan Agrobisnis dan Agroindustri, dengan melengkapi insfrastruktur lainnya.

Insert : Sekda Irawansyah

Diantaranya masalah pelabuhan, yang dulu sudah dicetus Awang Faroek Ishak, bahwa kedepan berdirinya kebun-kebun, pabrik-pabrik CPO semua tidak lagi langsung dijual atau dibawah keluar daerah, tetapi harus diolah menjadi turunan-turunan dari perkebunan yang  berada di daearah Kutim. Dengan mengembangkan kawasan maloy, nanti industri-instri seperti kelapa sawit, kemudian turunan seperti mentega dan lainnya, tidak lagi diproduksi didaerah lain namun di Kutim.

Lebih lanjut, Irawansyah menambahkan saat ini di KEK Maloy, sudah dikembangkan, jika tidak ada halangan, bulan oktober 2017 ini sudah diresmikan. Memang kendalanya juga cukup banyak. Tetapi terus fokus dikembangkan. Pemkab Kutim juga rutin melaksanakan rapat koordinasi dengan Provinsi maupun dipusat.

Ia menerangkan, bahwa di KEK Maloy,  sudah dibangun gedung untuk administrator, pelabuhannya sudah, jalan-jalan lingkungannya juga sudah dibangun. Tinggal bagaimana kedepannya, industri-industri yang ada bisa memanfaatkan lahan yang ada.

Selain itu,  Kutim juga telah mengembangkan pelabuhan kenyamukan yang anggarannya berasal dari APBN Pusat dan jika tidak ada halangan bulan Mei 2017 ini telah diresmikan sebagai salah jalan tol laut yang akan diresmikan oleh Presiden. Dengan dua pembangunan tersebut, kedepannya diharapkan perekonomian di Kutim bisa lebih meningkat lagi.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments