Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Semua Harus Sesuai Prosedur

Semua Harus Sesuai Prosedur

(518 Views) Juni 1, 2015 8:30 am | Published by | No comment

SANGATTA – Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh PT KPC apabila ingin merealisasikan rencana pembangunan pinanisasi bahan bakar minyak (BBM) bawah laut. Menurut Asisten Ekonomi Pembangunan Setkab Kutim Rupiansyah, antara lain aspek legalitas harus dipenuhi. Utamanya, amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang disahkan 2 Oktober lalu.

Pemkab diberi kewenangan nol mil laut lepas pantai. Selebihnya, menjadi kewenangan provinsi. Jadi lokasi yang dimohonkan KPC harus dipastikan mana kewenangan Pemkab dan mana kewenangan provinsi. Agar tidak salah dan melanggar aturan. Supaya nantinya sama-sama enak (aman dan sesuai prosedur). Hal itu dikatakan Rupiansyah ketika menanggapi pemohonan izin lokasi pipa terminal tangki timbun berkapasistas 25.000 M2 x 3 = 75.000 M2 PT KPC, di Ruang Tempudau, belum lama. Selain itu, sambung Rupi, menyatakan sebelum pelaksanaan project masih perlu dilakukan cek lapangan. Agar pembangunan pipanisasi BBM bawah laut sepanjang 300 meter dengan lebar 25 meter, pada kedalaman dasar laut yang kelola perusahaan tambang batu bara PT KPC di Tanjung Bara, Kecamatan Sangatta Utara sesuai prosedur. General Manager Health Safety Enviroment Security (GM HSES) PT KPC Imanuel Manege mengatakan, pipanisasi BBM sepanjang 2.000 meter dari terminal tangki timbun ke arah laut, sebagian sudah dikerjakan. Sebagian lainnya yang belum dikerjakan karena izin lokasinya belum ada. Dijelaskan Imanuel, tersisa 300 meter panjang pipa, dengan lebar 25 meter pada kedalaman 2 meter sisi darat dan sampai dasar laut. Di luas areal 7.500 M2 atau 0,75 Ha, tidak ada penggalian pipa di laut. Pipa dibentang hanya di dasar laut.

Imanuel mengaku selama ini pendistribusian BBM untuk kebutuhan produksi batubara PT KPC terkendala. Karena pipa yang ada berukuran kecil dan ditambah lagi tinggi gelombang laut mencapai lebih dari 1 meter. Untuk itu pihaknya serius merealisasikan rencana dimaksud. Dia mengatakan PT KPC dalam sehari bisa menghabiskan BBM lebih dari 2 juta liter. Untuk memproduksi batu bara lebih dari 40 juta metrik ton per tahun. Karena berbagai kendala tersebut akibatnya kapal angkut batubara tidak bisa merapat ke pelabuhan Tanjung Bara.

Untuk itu, KPC bersama 4 perusahaan yakni PT Petro Storindo Energi, Royal Haskoning DHV, PT McConnel Dowell Indonesia dan PT Dwisatu Mustika Bumi bertekad menyelesaikan pembangunan pipa BBM sesuai kalender pengerjaan hingga 2016. Hal tersebut dimaksudkan agar suplai BBM lancar dan operasi KPC tidak terganggu. Rencana ini juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional serta mendukung program pemerintah terkait tepenggunaan BBM bercampur biodiesel atau nabati sekitar 10 persen pada kegiatan penambangan batu bara berdasarkan peraturan menteri terkait.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments