Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Sepekan Sungai Senyiur Tercemar, BLH Kutim Baru Turunkan Tim Investigasi

Sepekan Sungai Senyiur Tercemar, BLH Kutim Baru Turunkan Tim Investigasi

(714 Views) Oktober 5, 2015 9:10 am | Published by | No comment

Sangatta. Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutai Timur baru bergerak menindak lanjuti terkait dugaan pencemaran Sungai Senyiur Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Timur, akibat limbah pabrik CPO PT SSS. Penceman sendiri diduga telah terjadi selama sepekan terakhir dan mengakibatkan matinya ikan-ikan di Sungai Senyiur ini.

Kepala BLH Kutim Ence Ahmad Rafiddin Rizal didampingi Kasi Pencemaran Air dan Udara M Fadli dan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD) Marlin Sundu, menyatakan bahwa kabar terjadinya pencemaran Sungai Senyiur akibat limbah pengolahan sawit milik PT SSS yang beroperasi di Kecamatan Muara Ancalong ini baru diketahui dari media sosial (Medsos) minggu lalu. Salah seorang pemilik akun di medsos ini mengangkat foto-foto matinya ikan-ikan yang diakuinya ada di Sungai Senyiur Muara Ancalong, akibat pencemaran limbah CPO PT SSS.

Dikatakan Marlin, hari ini pihaknya akan turun ke Kecamatan Muara Ancalong dan akan melakukan pengambilan sampel air di Sungai Senyiur tersebut. Selain sudah berkoordinasi dengan Camat setempat, tim Investigasi BLH Kutim juga sudah mengubungi pemilik akun di media sosial yang telah mengunggah foto-toto ikan yang mati di Sungai Senyiur ini, untuk benar-benar memastikan apakan pencemaran ini terjadi di Sungai Senyiur dan diakibatkan dari jebolnya tanggul IPAL milik PT SSS.

Ditambahkan Marlin, sebenarnya  indikasi bakal jebolnya tanggung Instalasi Pengolahan Air dan Limbah ((IPAL) milik PT SSS ini sudah terdeteksi sejak adanya investigasi dari tim pengawasan BLH Kutim pada bulan mei 2015 lalu. Tim pengawasan merekomendasikan bahwa PT SSS termasuk perusahaan yang bandel dalam pengolahan limbah dan air, termasuk tanggul yang mereka (PT SSS.red) buat berada di daerah yang rawan jewbol akibat kontur tanah yang tidak stabil.

(voice)

Lebih jauh dikatakan Marlin, jika PT SSS ini benar-benar terbukti melakukan pencemaran, maka pihaknya sudah menyiapkan sanksi-sanksi seperti kewajiban perusahaan untuk merehabilitasi sungai dan menyediakan pasokan air bersih bagi warga selama dilakukannya rehabilitasi. Termasuk juga sanksi administrasi dan penghentian operasional PT SSS. Bahkan tidak menutup kemungkinan sanksi pencabutan izin operasional PT SSS ini dilakukan jika terbukti kesalahan yang dilakukan sangat berat.

———-

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments