Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Silaturahmi dengan Bupati Kutim, IDI Kutim Minta Peningkatan Kesejahteraan Dokter

Silaturahmi dengan Bupati Kutim, IDI Kutim Minta Peningkatan Kesejahteraan Dokter

(458 Views) April 28, 2016 12:49 pm | Published by | No comment

Sangatta. Puluhan tenaga dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kutai Timur, Kamis (28/4) pagi, bersilatuhami dengan Bupati Kutai Timur Ismunandar di ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim. Rombongan dokter yang dipimpin dr Andi Baji, selaku Ketua IDI Kutim menyampaikan perkembangan dan kegiatan organisasi IDI Kutim, termasuk keberadaan dan jumlah dokter yang saat ini bekerja di Kutai Timur.

Dikatakan Andi Baji, jumlah dokter yang saat ini tercatat dan bekerja di Kutim sekitar 180 orang, sedangkan dokter ahli juga berjumlah 20 orang dokter. Namun tidak semua menetap di Kutim saat ini karena ada yang sedang melaksanakan pendidikan atau sekolah keahlian.

Lanjutnya, domain pelayanan yang dilakukan tenaga doktersaat ini adalah kualitas pelayanan dan mutu. Namun diakuinya hal tersebut tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan tenaga dokter. Seperti pemberian insentif yang memadai. Walaupun saat ini sudah ada, namun jika dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Bontang, Samarinda dan Kutai Kartanegara, pemberian insentif bagi tenaga dokter umum dan spesialis di Kutim di bawah separuh insentif daerah lain atau bahkan seperempatnya saja. Seperti Kota Bontang yang memberikan insentif kepada dokter sebesar Rp 18 juta dan di Kota Samarinda besaran insentif sudah mencapai di atas Rp 20 juta. Sementara di Kutim, insentif bagi dokter hanya Rp 8 juta per bulan.

Lebih jauh dikatakan dr Andi Baji, sesuai permintaan Bupati Ismunandar bahwa IDI harus membuat telaahan terkait pemberian insentif dokter tersebut. Telaahan ini akan menjadi dasar hukum  bagi Bupati agar bisa mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati terkait pemberian insentif tersebut. Karena sebagai daerah yang memiliki PAD dan belanja daerah yang lebih besar dari Bontang dan Samarinda, tentu tidak mustahil untuk mewujudkan hal tersebut. Minimal pemberian insentif dan gaji dokter di Kutim bisa bercermin pada Kabupaten Malinau.

(Voice : Ketua IDI Andi Baji – Insentif dokter)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments