Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Singkong Gajah, Alternatif Selain Batubara Dan Sawit

Singkong Gajah, Alternatif Selain Batubara Dan Sawit

(489 Views) Agustus 24, 2016 7:43 am | Published by | No comment

Sangatta – Berbagai cara tengah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabuten Kutai Timur, agar masyarakat tidak selalu bergantung pada batu bara dan kelapa sawit. Salah satunya yakni, dengan melakukan gerakan penanaman singkong gajah. Selain dapat diolah menjadi tepung tapioka, ternyata limbah tanaman yang satu ini, dapat dijadikan pakanan ternak.

Untuk mengurangi ketergantungan Kutim dari sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. Maka pemerintah mulai melirik potensi singkong gajah, yang memiliki banyak potensi turunannya. Salah satu desa yang sukses mengembangkan singkong gajah adalah desa Kebun Agung Di Kecamatan Rantau Pulung.

Desa yang menjadi percontohan tersebut, kini telah memiliki pabrik tepung tapioka yang mampu memproduksi 5 ton per jamnya. Untuk meresmikan bangunan tersebut, Bupati Ismunandar dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang serta Wakil Ketua DPRD Ence U.R Firgasi turun ke desa untuk melihat secara langsung proses produksi. Dipandu oleh Ketua Cassava Mandiri Sejahtera, selaku pengelola pabrik tapioka Cap Burung Enggang, rombongan melihat proses awal dari masih berupa singkong, kemudian dicuci dan digiling, hingga masuk dalam kolam pengendapan dan penjemuran.

Ditemui awak media usai secara simbolis mencabut singkong gajah bersama Wakil, Bupati Kutim menjelaskan bahwa masyarakat sudah dapat merasakan manfaat dari menanam singkong, yang kedepan akan menopang perekonomaian masyarakat, serta mulai merubah maind site masyarakat, agar tidak mengandalkan satu komoditi saja.

Voice Bupati

Ismunandar menambahkan, saat ini kecamatan Rantau Pulung menjadi percontohan bagi daerah lain. Bukan hanya itu, daerah ini juga sebagai pemasok bibit utama untuk kecamatan di Kutim. Untuk kecamatan lainnya, Bupati mengakui telah mendapat laporan bahwa ada lahan kosong yang siap untuk ditanami singkong gajah, seperti Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang yang memiliki sekitar 150 hektar.

Salah satu alasan Pemerintah menggalakan penanaman singkong gajah, lantaran telah memiliki pasar tetap, serta banyak investor siap masuk untuk membangun pabrik. Selain itu, multy efek dari singkong gajah yakni, limbah dari pengolahan dapat dimanfaatkan untuk pakan sapi. Selain bertani masyarakat juga dapat sekaligus beternak sapi, yang ujungnya pada kesejahteraan masyarakat.(gun/des)

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments