Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » SMA Diserahkan, Aset Berkurang Rp 400 M

SMA Diserahkan, Aset Berkurang Rp 400 M

(578 Views) Februari 15, 2016 9:04 am | Published by | No comment

SANGATTA – Pelimpahan kewenangan pendidikan menengah yang dilakukan berdasarkan amanat Undang-Undang  Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah bakal berimbas pada berkurangnya aset Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Berdasarkan UU dimaksud manajemen dan kewenangan pengelolaan SMA atau SMK berada di tangan Pemprov. Sementara pemerintah kabupaten hanya menangani sekolah dasar dan menengah pertama. Karena itu, seluruh aset pendidikan menengah diserahkan ke Pemprov.

“Pemkab Kutai Timur akan kehilangan aset senilai Rp 400 miliar pasca penyerahan pelimpahan kewenangan pendidikan menengah kepada Pemprov Kaltim,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Eddy Sofiansyah belum lama ini. Dia merincikan aset senilai Rp 400 miliar tersebut, terdiri dari aset bergerak dan tidak bergerak Pemkab Kutim yang selama ini digunakan untuk kepentingan pembangunan pembangunan pendidikan menengah di Kutim.

Eddy menambahkan, penyerahan pengelolaan kewengan itu meliputi tiga hal, yakni aset, sumber daya manusia serta keuangan. Dari sisi SDM, menurutnya seluruh guru dan tenaga pendidik jenjang SMA atau SMK tanggungjawab pengelolaannya akan diserahkan secara otomatis ke pihak Provinsi, termasuk status kepegawaiannya. Selanjutnya untuk menunjang proses sertifikasi hingga pengelolaan Tunjangan Pokok Pendidik (TPP), anggaran keuangan akan ditransfer dari pemerintah pusat. “Anggaran keuangan dari pusat akan diserahkan ke daerah, seperti untuk gaji guru maupun untuk TPP,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Disdikbud Iman Hidayat pernah mengatakan bahwa proses penyerahan asset dilakukan mulai Maret ini. Penyerahan segala urusan pendidikan menengah akan dilakukan secara bertahap. Jika peralihan asset dilaksanakan Maret, maka di bulan Desember dilakukan penyerahan pengelolaan dan keuangan. Iman berharap proses pengelihan asset, pengelolaan, keuangan serta kewenangan dari pemkab ke pemrov berjalan lancar sesuai rencana. Sehingga progresnya akan sudah rampung ditahun 2017 nanti.

“Setelah proses bermigrasinya pendidikan menengah tersebut, konsentrasi Pemkab Kutim melalui Disdikbud dibidang pendidikan akan di fokuskan pada peningkatan mutu dan kualitas pendidikan SD dan SMP. Seperti peningkatan kapasitas sumber daya manusia yakni guru, murid hingga pengelola sekolah. Membangun infrastruktur menjadi lebih representative dan meningkatkan standar penilaian tiap-tiap sekolah,” sebut Iman.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments