Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Sulit Temukan Sumber Minyak Baru, Kandungan Minyak Bumi Sangatta Bisa Habis 12 Tahun Ke Depan      

Sulit Temukan Sumber Minyak Baru, Kandungan Minyak Bumi Sangatta Bisa Habis 12 Tahun Ke Depan      

(580 Views) Juli 7, 2015 8:14 am | Published by | 1 Comment

Sangatta. Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Nasfar Nazar, mengakui jika saat ini pertamina kesulitan dalam menemukan sumber-sumber sumur baru yang memiliki kandungan minyak bumi, khususnya di wilayah Kalimantan.

Ditemui disela kegiatan buka bersama antara SKK Migas beserta manajemen Pertamina Aset 5 Sangatta Field dengan jajajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, malam tadi, Nasfar Nazar mengungkapkan memang saat ini hasil kegiatan eksplorasi minyak khusunya di wilayah Sangatta berkisar di angka 1100 barel per hari dan masih cenderung stabil. Namun tidak menutup kemungkinan jika tidak dilakukan perawatan sumur maka kandungan minyak yang ada akan habis dalam 12 tahun ke depan. Terlebih kini sangat sulit untuk menemukan sumur-sumur baru sumber minyak bumi khususnya yang ada di wilayah Kalimantan.

Nasfar Nazar 1Lanjutnya, secara alami tidak dapat dipungkiri terjadi penurunan produksi antara 8 hingga 12 persen pertahun. Jika menginginkan adanya kestabilan dalam produksi, maka wajib adanya eksplorasi atau penemuan sumber-sumber baru.  Dengan Reseve Replacemen Ratio (R3) mencapai 40 hingga 50 persen, maka saat ini produksi yang ada masih lebih besar dibandingkan dengan kegiatan eksplorasi penemuan sumber minyak baru. Hal inilah yang menyebabkan kemampuan produksi pertamina saat ini hanya 8 juta barel per hari dibandingkan pada tahun 1990 hingga tahun 2000 yang mampu memproduksi hingga 1,6 juta barel perhari. Sementara posisi Kaltim sendiri kini merupakan penyuplai 20 persen kebutuhan minyak bumi bagi Indonesia

(voice)

Lebih jauh Nazar berharap adanya dukungan penuh dari seluruh pihak dalam upaya ekplorasi yang menjadi nyawa dalam upaya pemenuhan kebutuhan minyak dalam negeri. Mulai dari pembebasan lahan hingga urusan perizinan yang saat ini dirasa masih cukup sulit bagi investor dan perusahaan ekplorasi minyak yang masuk ke Indonesia. Sementara mereka hanya memiliki izin yang cukup minim yakni antara 3 hingga 6 tahun dalam kegiatan eksplorasi, sebelum dipastikan ada kandungan minyak bumi dan bisa diproduksi. Dengan memberikan kemudahan dan kelonggaran maka akan mempercepat peningkatan produksi minyak dalam negeri, sehingga memperkecil biaya pengeluaran dalam pengolahan dan tentunya berdampak pada besarnya dana bagi hasil daerah.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

1 Comment
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments