Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Tahun 2017 APBD Kutim, diproyeksi 3,38 Trilyun

Tahun 2017 APBD Kutim, diproyeksi 3,38 Trilyun

(1618 Views) Juli 20, 2016 8:50 am | Published by | 1 Comment

Sangatta – Rapat Paripurna ke XXII Tahun Sidang 2016 DPRD Kabupaten Kutai Timur, tentang penyampaian Nota Pengantar Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur terhadap Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran sementara (PPAS) Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Kutai Timur, dipimpin langsung Ketua DPRD Mahyunadi dan dihadiri 36 anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur diruang Sidang Utama DPRD Bukit Pelangi, Rabu, (20/7).

Wakil Bupati Kasmidi Bulang dihadapan Ketua DPRD dan anggotta DPRD Kabupaten Kutai Timur mengatakan sejalan dengan penetapan tema pembangunan Nasional yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2017 yaitu “Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Untuk Meningkatkan Kesempatan Kerja serta Mengurangi Kemiskinan dan Kesenjangan Antar Wilayah” dan tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2017, yaitu “Pemantapan Industri Hilir Untuk Mewujudkan Struktur Ekonomi yang Berkualitas”, maka Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menetapkan tema pembangunan pada tahun 2017 yaitu “Peningkatan Daya Saing Daerah Melalui Revitalisasi Pertanian dan Penyediaan Infrastruktur Perdesaan”.

Program pembangunan di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2017 lebih ditekankan pada peningkatan pembangunan perdesaan melalui revitalisasi pertanian dan penyediaan infrastruktur. Adapun Kebijakan anggaran pembangunan daerah tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yakni terdiri dari Pendapatan Daerah adalah jumlah penerimaan pendapatan terbesar pada tahun 2017 berasal dari sumber Dana Perimbangan yang diproyeksi sebesar 2,17 trilyun rupiah dengan kontribusi 80,16 persen dari total proyeksi pendapatan daerah.

Sementara  itu, penerimaan dari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksi sebesar 81,51 miliar rupiah dengan kontribusi sebesar 2,41 persen dari total proyeksi Pendapatan Daerah. Sedangkan lain-lain Pendapatan Yang Sah diproyeksi sebesar 590,70 miliar rupiah dengan kontribusi sebesar 17,43 persen dari total proyeksi pendapatan daerah tahun 2017 sebesar 3,38 trilyun rupiah.

Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2017 diproyeksi sebesar 3,38 trilyun rupiah. Alokasi Belanja Daerah Tidak Langsung dan Belanja langsung. Belanja Tidak Langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Pada tahun 2017 Belanja Tidak Langsung diproyeksi sebesar 1,05 trilyun rupiah. Belanja Langsung merupakan alokasi yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Belanja Lansung terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal. Pada tahun 2017 diproyeksi sebesar 2,32 trilyun rupiah.

Pembiayaan Daerah adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.

Kebijakan pengeluaran pembiayaan Kabupaten Kutai Timur tahun 2017 mengalokasikan anggaran pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar 25 miliar rupiah dan berupa deposito sebesar 66 milyar rupiah. Berdasarkan uraian kebijakan pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah tersebut, maka dapat direkapitulasi Pendapatan Daerah diproyeksi pada tahun 2017 sebesar 3,38 trilyun rupiah dan Belanja Daerah diproyeksi tahun 2017 sebesar 3,38 trilyun rupiah.

Voice Wakil Bupati

Lebih lanjut, Kasmidi Bulang berharap kepada anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, untuk dapat menepatankan APBD Tahun 2017, serta dapat dilaksanakan selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 2016 sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjut kepada seluruh SKPD diintruksikan untuk melaksanakan program yang sesuai dengan tema RKPD dan bersifat top priority serta berprinsip pada money follow programs. Disamping itu, Pemerintah Daerah juga mengharapkan dukungan dam komitmen dari DPRD dalam kebijakn penyaluran dua sampai lima milyar setiap Desa (PEDULI DESA) serta sinergitas antara eksekutif dan legeslatif harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga pembangunan di Kabupaten Kutai Timur dapat dilaksanakan dengan “Fokus dan Tuntas”.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

1 Comment
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments