Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Tak Selesaikan Pembangunan Jembatan Poros Rantau Pulung Tahun Ini, Kontraktror Siap-siap di Black List

Tak Selesaikan Pembangunan Jembatan Poros Rantau Pulung Tahun Ini, Kontraktror Siap-siap di Black List

(439 Views) Juni 7, 2016 9:04 am | Published by | 1 Comment

Sangatta. Belum jua selesainya pembangunan jembatan poros Kecamatan Sangatta Utara menuju Kecamatan Rantau Pulung yang telah dibangun sejak tahun 2013 silam melalui anggaran proyek multiyears, kontraktor pelaksana pembangunan jembatan tersebut bisa mengalami black list atau dicoret dari daftar kontraktor dan dipastikan nantinya tidak akan bisa mendapatkan proyek apapun dari Pemkab Kutim, karena dianggap sebagai kontraktor nakal. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutai Timur Aswandini Eka Tirta.

Dikatakan, pembangunan jembatan poros Sangatta menuju Rantau Pulung satu paket dengan peningkatan jalan poros Sangatta menuju Rantau Pulung. Melalui anggaran multiyears tahun 2013 lalu, proyek tersebut menelan biaya sekitar Rp 130 miliar dan seharusnya sudah selesai pada desember 2015 lalu. Namun karena hingga kini pihak kontraktor yang melakukan pengerjaan proyek  tersebut belum jua menyelesaikan pembangunan jembatan ini, maka dipastikan kontraktor pelaksana mendapatkan denda penalti  lima persen dari nilai kontrak yang disepakati.

Lanjut Aswan, karena masih ada toleransi dari PU Kutim maka kontraktor pelaksana diberikan kelonggaran untuk menyelesaikan proyek pembangunan jembatan tersebut tahun ini. Namun jika  nantinya tetap tidak juga bisa menyelesaikan, maka terpaksa kontraktor tersebut akan di black list dari daftar kontraktor dan dipastikan kedepan tidak akan mendapatkan pekerjaan atau mengikuti proyek apapun dari Pemkab Kutim akibat melakukan wan prestrasi.

(Voice : PU Aswandini – Selesaikan Pembangunan Jembatan Poros Sangatta-Rantau Pulung)

Lebih jauh Aswan mengatakan jika memang harus melakukan black list terhadap kontraktor pelaksana proyek pembangunan poros Sangatta-Rantau Pulung, maka pihaknya akan mencari kontraktor baru untuk menyelesaikan pembangunan proyek tersebut. Namun tentunya hal tersebut sangat merugikan Pemkab Kutim, karena selain melakukan tender baru juga harus menggunakan harga baru.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

1 Comment
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments