Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Tak Terima Dipecat dari Golkar, Mahyunadi Siap Tempuh Jalur Hukum

Tak Terima Dipecat dari Golkar, Mahyunadi Siap Tempuh Jalur Hukum

(1681 Views) Maret 22, 2015 2:02 pm | Published by | 6 Comments

Sangatta. Ketua DPRD Kutim sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Kutai Timur Mahyunadi bereaksi terhadap keputusan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kaltim Mukmin Faisal HP, terhadap rencana pemecatan sejumlah kader dan pengurus Partai Golkar, termasuk dirinya. Menurut Mahyudin, pada yang dilakukan oleh Mukmin Faisal tersebut merupakan bentuk pengerdilan partai dan intimidasi. Seakan Partai dijadikan tak ubahnya sebuah perusahaan, yang berhak langsung memecat siapapun tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada yang besangkutan.

Lanjut Mahyunadi, pemecatan dirinya sebagai kader dan pengurus Partai Golkar merupakan hal yang mengada-ada dan tidak prosedural. Terlebih dirinya merasa tidak memiliki kesalahan apapun terhadap partai. Dan jika dikarenakan asalan ketidak hadirannya dalam rapat konsolidasi pengurus DPD Partai Golkar seKaltim yang diadakan, Kamis (19/3) malam lalu di Samarinda, ketidak hadirannya sudah dikonfirmasi kepada Sekjen DPD I Partai Golkar Achmad Albert karena sedang mengikuti kunjungan kerja Bupati Kutim Isran Noor ke Muara Wahau. Bahkan ungkapnya, tercium seakan adanya unsur kesengajaan dalam penyampaian undangan rapat partai tersebut, sehingga menyebabkan dirinya tidak bisa ikut hadir. Pasalnya, rapat dilaksanakan pada pukul 19.00 Wita, sedangkan faximili undangan baru masuk Kamis sore pada pukul 17.00 Wita.

Menurut Mahyunadi, dirinya memang tidak ada memihak diatara kedua kubu di tubuh DPP Partai Golkar yang tengah bertikai. Namun jika dilihat, selama ini dirinya masih sangat loyal kepada kubu ARB, bahkan Munas Partai Golkar di Bali beberapa waktu lalupun dihadirinya. Sedangkan terkait pemecatannya, Mahyunadi segera akan mengadukan hal ini ke Mahkamah Partai Golkar. Bahkan jika perlu, dirinya akan menempuh jalur hukum dengan mempermasalahkannya melalui PTUN. Hal ini karena dirinya merasa tidak layak jika dipecat dari Partai Golkar, baik sebagai kader maupun pengurus partai.

(voice)

Lebih jauh Mahyunadi menambahkan, jika langkah hukum yang akan ditempuhnya nanti mengalami jalan buntu dan dirinya dinyatakan kalah, maka dirinya memastikan bahwa berhenti total dari dunia politik. Ini menunjukkan sikap loyalitas dan cintanya kepada partai Golkar sejak 23 tahun yang lalu.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

6 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments