Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Target Rasio Investasi Kaltim 60 Persen, BPPMD Kaltim Dorong Daerah Gali Sumber Investasi Potensial

Target Rasio Investasi Kaltim 60 Persen, BPPMD Kaltim Dorong Daerah Gali Sumber Investasi Potensial

(523 Views) Juni 16, 2015 12:37 pm | Published by | No comment

Sangatta. Sebagai salah satu daerah yang dinilai memiliki potensi investasi yang cukup tinggi, Kabupaten Kutai Timur dianggap perlu melakukan improvisasi dan kreasi agar mampu menggali setiap peluang-peluang investasi yang ada untuk lebih dikembangkan dan dimafaatkan sebesar-besarnya untuk peningkatan nilai investasi daerah Kutim pada khususnya dan Kaltim pada umumnya. Demikian disampaikan Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Provinsi Kaltim Diddy Rusdiansyah, saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja (Raker) Rekonsiliasi Data Investasi Triwulan I Tahun 2015, seKalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Selasa (16/6) pagi, di Gedung Serba Guna Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta, Kutai Timur.

Dijelaskan, untuk tahun 2015 target realisasi investasi Kaltim adalah Rp37,1 Triliun dan diatas target yang diberikan BKPM Pusat yang hanya sebesar Rp36 Triliun. Sementara itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sudah menargetkan rasio pertumbuhan investasi Kaltim pada dua tahun kedepan akan mencapai 60 persen dari saat ini yang berada pada angka 40 persen, dan berada di posisi 4 besar dibawah DKI Jakarta yang menduduki peringkat pertama disusul Jawa Timur dan Jawa Barat secara berurutan. Dengan target ini maka BPPMD Kaltim, berupaya mendorong seluruh Kabupaten/Kota di Kaltim untuk melakukan penyerapan potensi investasi di masing-masing daerah agar target ini benar-benar dapat terealisasi.

Kutai Timur yang masuk dalam 4 daerah yang memiliki potensi investasi besar dan penyumbangkan peran yang cukup signifikan dalam realisasi investasi di Kaltim setelah Kutai Kartanegara yang berada diperingkat ketiga, Samarinda diperingkat kedua dan Balikpapan diurutan pertama, harus mampu memaksimalkan potensi-potensi yang dimilikinya. Walaupun saat ini tengah dibangunnya kawasan industri Maloy yang kedepan memiliki potensi investasi yang sangat besar, namun dikatakan hal tersebut merupakan potensi jangka panjang dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jika hanya bergantung pada potensi yang dimiliki Maloy, tentunya target rasio pertumbuhan investasi sebesar 60 persen, sangat sulit tercapai. Kini sudah saatnya Kutai Timur tidak hanya mengandalkan potensi investasi dari penanaman modal seperti sektor industri, namun harus segera menggali dan menyerap potensi investasi non fasilitasi atau diluar persetujuan penanaman modal, seperti real estate dan pusat perbelanjaan seperti Mall, dengan memanfaatkan potensi IMB, retribusi tenaga kerja dan lainnya, ujar Diddy.

(voice)

Namun potensi tidak dapat dimaksimalkan jika tidak ada koordinasi antara pemerintah dengan pihak swasta sebagai investor serta kesadaran dan keterbukaan pihak investor untuk mau melaporkan data investasinya secara terbuka dan akurat. Jika ini benar-benar dapat dilakukan, maka tidak mustahil Kabupaten Kutai Timur mampu melewati Kutai Kartanegara, pungkas Diddy.

Print Friendly, PDF & Email
Categorised in:

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of