Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Terminal dan Trotoar Ganjal Sangatta Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha

Terminal dan Trotoar Ganjal Sangatta Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha

(463 Views) Juli 19, 2016 9:01 am | Published by | No comment

Sangatta. Penghargaan bidang transportasi publik yang selalu diberikan pemerintah RI kepada daerah atau kota-kota yang dianggap berhasil dalam memberikan layanan terbaik terhadap penataan transportasi beserta aspeknya yang berbasis kepentingan publik, ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang sering disebut sebagai penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN), gagal didapatkan Kota Sangatta. Pasalnya, dari 37 poin standar penilaian yang disodorkan tim penilai WTN dari provinsi Kaltim dan Pusat, kota Sangatta hanya mampu memenuhi beberapa poin saja.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kutai Timur, Johansyah Ibrahim, ada dua poin krusial yang membuat Sangatta luput mendapatkan penghargaan WTN tersebut. Yakni, kondisi Terminal Bus Sangatta yang berada di jalur 3,5 kilometer poros Sangatta-Bontang dan Trotoar yang ada di sepanjang jalur Jalan Yos Sudarso.

Dikatakan, permasalahan pertama adalah kondisi terminal Bus Sangatta tersebut yang dinilai tim WTN tidak sesuai standar pelayanan dan kondisi bangunan terminal yang kurang representatif. Namun menurut Johansyah, terkait kondisi Terminal Bus Sangatta tersebut memang sebelumnya Pemerintah Kutim tidak bisa berbuat banyak karena status lahannya yang masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK). Sehingga menyebabkan Pemkab Kutim tidak boleh melakukan rehab di terminal tersebut. Namun ke depan dengan telah masuknya Terminal Bus Sangatta dalam zona alih fungsi lahan, maka rehabilitasi bangunan terminal akan segera dilakukan.

Lanjutnya, yang menjadi poin kota Sangatta luput mendapatkan WTN adalah desain trotoar yang tidak sesuai standar. Trotoar yang dibuat Dinas PU Kutim tersebut berposisi landai dan tidak tegak, sehingga memudahkan kendaraan untuk naik dan parkir di atas trotoar. Desain trotoar ini akan di komunikasikan dengan Dinas PU Kutim agar bisa dirubah. Selain kedua poin tersebut, rambu jalan dan penerangan jalan juga menjadi poin catatan Tim Penilai WTN untuk bisa diperhatikan.

(Voice : Dishub Johansyah – Terminal dan Trotoar Kendala WTN)    

Lebih jauh Johansyah mengatakan, catatan yang diberikan tim penilai WTN tersebut tentu menjadi bahan perbaikan kedepannya, agar Kota Sangatta sebagai Ibu Kota Kabupaten Kutai Timur, mampu lebih berbenah dan dirinya juga sangat berharap, tahun depan Kota Sangatta mampu meraih penghargaan WTN tersebut.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments