Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » TINGKATKAN HASIL PANEN BALITBANG KUTIM KERJASAMA DENGAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN KALTIM

TINGKATKAN HASIL PANEN BALITBANG KUTIM KERJASAMA DENGAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN KALTIM

(404 Views) Mei 18, 2016 7:07 am | Published by | No comment

SANGATTA – Demi mendukung pecanangan Kutai Timur swasembada pagan, Badan Penilitian dan Pengembangan Pemkab Kutim bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur melakukan mengkaji alat-alat pertanian yang dapat meningkatkan jumlah dan kualitas hasil padi setelah proses pemanenan.

Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu lumbung padi di Kalimantan Timur. menurut Data Badan Pusat Statistik Kutim per tahun 2014 luas panen padi di Kutim seluas 10.119 Hektar dan dapat menghasilkan produksi beras sebanyak 355. 284 Ton. menurut data Dinas Pertanian Kab. Kutiim di tahun 2015 menunjukkan peningkatan luas panen padi mencapai 11.932 Hektar, hal tersebut menunjukkan dalam kurun waktu dua tahun terakhir telah terjadi penambahan luas area tanam seluas 1.813 hektar atau sebesar 17,91% dan peningkatan hasil produksi sebesar 5.910 Ton atau 16,75%. Peningkatan luasan tanam padi dan hasil panen tersebut masih dilakuukan dengan cara-cara tradisional. Untuk Pemkab Kutim melalui Litbang melakukan mengkaji teknologi melakukan Rekayasa Pengeringan Gabah dengan pengkajian teknologi yang dapat memudahkan petani dalam memproses hasil panen, mempersingkat waktu, mengurangi terjadinya susut hasil, menekan tingkat kerusakan, menigkatkan daya simpan dan daya guna, meningkatkan nilai tambah pendapatan petani diharapkan hasil panen dari petani tersebut dapat lebih banyak dan lebih baik

Menurut kepala balitbang Kutim, Zubair yang ditemui usai rapat rekayasa pengeringan gabah mengatakan, Teknologi pengeringan gabah tersebut sesuai dengan namanya diperuntukkan untuk membuat rancang bangun suatu alat pengering gabah sehingga produksi beras lebih optimal dan untuk membantu ekonomi para petani. Lebih lanjut dirinya mengatakan akan mengkaji teknologi-teknologi pertanian lainnya dalam mendukung Kutai Timur swasembada pangan.

Proses yang dilakukan petani pasca panen meliputi pemanenan, perontokan padi dari tangkainya, pengangkutan, pembersihan, pengeringan, penyimpanan, penggilingan dan pemasaran. Melalui proses-proses tersebut hasil panen padi akan mengalami banyak penyusutan. Diantaranya proses pengeringan yang dilakukan dengan tradisional atau dengan mengeringkan hasil panen padi dengan menggunakan sinar matahari. Dengan dikeringkan di bawah sinar matahari penyusutan hasil panen akan terjadi dikarenakan fasilitas penjemuran kurang baik dan gangguan hewan.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments