Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Tunggu Edaran Menteri, Disperindag Kutim Segera Stop Penjualan Minyak Goreng Curah di Pasaran

Tunggu Edaran Menteri, Disperindag Kutim Segera Stop Penjualan Minyak Goreng Curah di Pasaran

(516 Views) Januari 29, 2016 10:44 pm | Published by | No comment

Sangatta. Dinas Peindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kutai Timur akan segera melakukan penertiban terkait penjualan minyak goreng curah, yang ada di pasaran. Hal ini dilakukan karena minyak curah dianggap tidak memenuhi standar nasional indonesia (SNI) terutama dalam hal pengemasan yang hanya menggunakan kantung plastik biasa. Akibat pengemasan yang tidak standar ini dikhawatirkan hilangnya kandungan unsur vitamin A dalam minyak goreng tersebut. Demikian diungkapkan Kepala Disperindag Kutim Irawansyah didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Perlindungan Konsumen, Sulastin.

Dikatakan, walaupun belum memiliki data yang pasti, namun dari pengamatan kasat mata saja hampir semua pedagang sembako yang ada di pasar tradisional ataupun toko-toko kecil yang ada di Sangatta maupun Kutai Timur pada umumnya, menjual minyak goreng dalam kemasan curah. Pihaknya hanya tinggal menunggu datangnya surat edaran menteri perdagangan terkait penarikan minyak curah ini di pasaran. Jika surat tersebut sudah ada, maka sebelum melakukan tindakan penarikan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi terkait larangan penjualan minyak goreng curahan ini.

(voice)

Ditambahkan Sulastin, di beberapa daerah seperti Bandung, penarikan minyak curah ini sudah dilakukan. Memang alasan masyarakat membeli minyak curah ini karena harganya lebih murah dari minyak goreng kemasan bermerk. Tetapi kualitas kandungan vitamin yang ada di dalam minyak tersebut kemungkinan tidak bagus lagi akibat kemasan yang tidak standar.

Sementara adanya indikasi bahwa minyak goreng curah tersebut merupakan hasil daur ulang dari minyak goreng bekas pakai restauran di hotel atau rumah makan besar, Sulastin mengaku memang pernah mendengarnya. Namun hingga saat ini dirinya belum pernah menemukan indikasi hal tersebut terjadi di Kutai Timur.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments