Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Tuntutan Masyarakat Sangatta Kepada PT.KPC, Beralih ke Normalisasi Sungai Sangatta

Tuntutan Masyarakat Sangatta Kepada PT.KPC, Beralih ke Normalisasi Sungai Sangatta

(382 Views) Juni 21, 2016 5:52 am | Published by | No comment

Sangatta – Camat Sangatta Utara Didi Hrdiansyah melaporkan adanya aduan dari masyarakat Sangatta terkait dengan terjadinya pendangkalan di sungai sangatta. Hal tersebut disampaikan Camat Sangatta Utara Didi Herdiansyah pada Rapat Koordinasi yang dilakukan pada 13 Juni 2016 yang lalu.

Terkait dengan aduan tersebut, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kutai Timur Encek Achamad Rafiddin Rizal menerangkan pada Rapat Koordinasi Senin, (20/6) bahwa Badan Lingkunga Hidup lansung meminta klarifikasi dari Camat dan Sekretaris Camat Sangatta Utara, yang kemudian diarahkan kepada Pj. Kepala Desa Sangatta Utara. Kemudian dilaporkan ada aduan dari Lembaga Peradaban Adat Kutai yang menyatakan Sungai Sangai Sangtta telah tercemar oleh Perusahaan Tambang PT.KPC, yang selanjutnya difasilitasi oleh Pj.Kepala Desa Sangatta Utara pada tanggal 30 Mei 2016 Lembaga Peradaban Adat Kutai dengan pihak PT.KPC yang dihadiri oleh Ketua RT Sangatta Utara dan pihak Kecamatan Sangatta Utara. Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati untuk melakukan kegiatan Meaning Tour yang difasilitasi oleh PT.KPC kepada lokasi Sedimet Phone PT.KPC yaitu pelikan selatan guna mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari pihak PT.KPC.

Lebih lanjut, Rizal mengatakan Meaning Tour tersebut diadakan pada 2 Juni 2016, yang diikuti Ketua RT, Pj.Kepala Desa sangatta Utara, Perwakilan Camat Sangatta Utara, Perwakilan BLH, PU, Ketua serta Anggota Lembaga Peradaban Adat Kutai dan pihak PT.KPC. Pada saat dilaksanakan maening tour tersebut, telah dijelaskan secara terinci mengenai pengelolaan dan pengolahan air asam tanah terutama adalah di pelikan selatan atau PSS. Karena Pelikan Selatan ini merupakan salah satu sediment pond terbesar PT.KPC yang mengalir ke Sungai Bendili. Dari hasil meaning tour tersebut pihak masyarakat tidak mempermasalahkan karena terbukti dari pandangan visual kualitas air limbah yang dibuang ke Sungai Bendili Sangatta sangat bagus dan memenuhi persyaratan.

Namun selanjutnya disampaikan Rizal, tuntutan masyarakat akhirnya beralih ke normalisasi Sungai dikarenakan ada pendangkalan sungai, Rizal mengakui sebelumnya ada stafnya sempat melakukan pengambilan samlpe air sungai sangatta memang terdapat dihilir Sungai Sangatta terutama dari jembatan pinang sampai ke hilir pendangkalannya sangat tinggi sehingga sekarang bisa dilihat banya sampah-sampah yang menyangkut. Inilah yang menjadi tuntutan dari lembaga peradaban adat kutai kepada pihak PT.KPC untuk melakukan normalisasi sungai.

Voice Kepala BLH_Normalisasi Sungai

Lebih lanjut, Rizal mengatakan bahwa pihak PT.KPC telah menjanikan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pekerjan Umum (PU) Kabupaten Kutim.

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments