Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Udara Sangatta Semakin Pekat, BLH Kutim Bagi-bagi Masker ke Pengguna Jalan

Udara Sangatta Semakin Pekat, BLH Kutim Bagi-bagi Masker ke Pengguna Jalan

(737 Views) September 21, 2015 8:50 am | Published by | No comment

Sangatta. Semakin berat dan pekatnya udara kota Sangatta akhir-akhir ini akibat kebakaran lahan yang terjadi, baik dari beberapa wilayah Kecamatan di Kutim sendiri maupun merupakan asap kiriman dari daerah luar Kutim, membuat Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutai Timur, pagi ini bertempat di simpang tiga lampu merah jalan Yos Sudarso – AW Syahrani (ex. Jalan Pendidikan) Sangatta, melakukan kegiatan bagi-bagi masker kepada pengguna jalan raya di kota Sangatta. Satu persatu masker yang jumlah totalnya sebanyak 2000 buah ini dibagikan dan dipasangkan kepada para penguna kendaraan bermotor.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutai Timur Ence Akhmad Rafiddin Rizal, yang ditemui disela kegiatan bagi-bagi masker ini, mengatakan bagi-bagi masker kepada para pengendara bermotor ini merupakan bentuk sosialisasi bahwa saat ini kondisi udara Kota Sangatta sangat tidak sehat akibat asap kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di musim kemarau ini. Walaupun diakui Rizal, masker yang dibagikan kali ini belumlah merupakan masker yang standar.

Lanjut Rizal, selain melakukan bagi-bagi masker, hari ini pihaknya juga menggandeng Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Mulawarman, Samarinda untuk melakukan uji sampel kualitas udara kota Sangatta. Kegiatan uji sampel kualitas udara ini dilakukan di dua titik yakni Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Dalam 3 minggu kedepan akan ada hasil dari uji udara ini, untuk mengetahui seberapa tinggi pencemaran udara kota Sangatta baik akibat asap kendaraan bermotor, debu tambang hingga asap akibat kebakaran lahan. Selain itu, dirinya juga berharap agar segera turun hujan di Kota Sangatta yang mampu mengikat partikel-partikel asap di udara yang dilarutkan bersama air hujan.

(voice)

Dari hasil pemantauan satelit, pada Minggu (20/9), ada 12 Hot Spot di Kutai Timur yakni di Kecamatan Rantau Pulung 2 titik api, Muara Ancalong ada 9 titik api dan Kecamatan Kaubun 1 titik api.
Lebih jauh Rizal berharap, dengan kondisi udara kota Sangatta yang kotor dan tercemar ini, adanya perhatian dari orang tua untuk sementara melarang anak-anak mereka bermain di luar rumah atau jika mewajibkan kepada anak-anak untuk menggunakan masker jika keluar rumah. Selain itu, juga diharapkan peran pihak swasta terutama perusahaan di Sangatta dan Kutai Timur pada umumnya, untuk peduli dengan kondisi buruknya udara kota Sangatta dan Kutai Timur pada umumnya.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments