Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Umat Dituntut Saling Menghagai

Umat Dituntut Saling Menghagai

(465 Views) Januari 5, 2016 9:12 am | Published by | No comment

SANGATTA – Upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-70 di lingkup Kementarian Agama Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dilangsungkan Halaman Kantor Kemenag, kawasan Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Minggu (3/1). Dihadiri pegawai lingkup Kemenag, siswa sekolah, serta undangan lainnya.

Hari itu, Kepala Kantor Kemenag Kutim Fahmi Rasyad membacakan naskah pidato Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di hadapan peserta upacara. Dalam sambutan dimaksud, Menag RI mengatakan sejarah menjadi saksi bahwa peran Kemenag tidak pernah absen dalam seluruh kabinet pemerintahan. Untuk itu, negara melalui Kemenag memfasilitasi pelayanan keagamaan bagi tiap warga negara secara adil dan proporsional. Seperti pelayanan pencatatan nikah, talak, dan rujuk, pendidikan serta pembinaan kerukunan antar umat.

“Hari Amal Bakti Kemenag ke-70 Ini membawa pesan kepada semua komponen masyarkat untuk bersama-sama mewujudkan supremasi nilai-nilai ketuhanan dan keagamaan sebagai spirit pembangunan bangsa yang tak tergantikan,” kata Menteri Agama. Tema HAB ke-70, yakni meneguhkan revolusi mental untuk kementerian agama yang bersih dan melayani. Bertujuan memperkuat komitmen aparatur Kemenag terhadap integritas, etos kerja dan gotong royong di era revolusi mental sekarang ini. Seiring dengan hal itu, Menteri meminta seluruh jajaran Kemang untuk mewujudkan lima nilai budaya kerja Kemenag. Yakni integritas, profesioalitas, inovatif, tanggungjawab, dan teladan.
Hari itu juga Kepala Kemenag Kutim Fahmi Rasyad melakukan penganugrahan tanda jasa dan tanda kehormatan Satya lancana Karya Satya RI kepada 27 pegawai Kemenag Kutim yang sudah mengabdi antar 10 – 20 tahun. Ucapan terima kasih disampaikan kepada aparatur yang telah menunjukan loyalitas, prestasi kerja dan dedikasi dalam upaya membangun sistem birokrasi modern, dan profesional yang menjadi tujuan bersama.
HAB
“Semoga perjuangan, pengorbanan dan pengabdian para pendiri dan pembangun kementerian agama mendapat balasan yang layak di sisi Allah SWT,” ucapnya.

Dia mengaja segenap jajarannya untuk membangun sistem yang baik. Menjadikan orang yang tidak baik bisa jadi lebih baik. Karena dia menganggap sistem yang buruk membuat orang baik menjadi tidak baik. Oleh karena itu, upaya reformasi birokrasi bukan saja untuk meminimalisasi penyimpangan malpraktik, tapi sekaligus menciptakan lingkungan positif bagi tiap orang untuk berkarya dan berprestasi sesuai bidang dan kompetensinya.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments