Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Unggul dalam Tehnik Budidaya Ternak Ayam Kampung, Kelompok Tani Menuai Bakti Bengalon Juara 1 Tingkat Nasional 2015

Unggul dalam Tehnik Budidaya Ternak Ayam Kampung, Kelompok Tani Menuai Bakti Bengalon Juara 1 Tingkat Nasional 2015

(540 Views) September 2, 2015 12:27 pm | Published by | 1 Comment

Sangatta. Sebuah usaha jika ditekuni secara serius tentu akan membuahkan hasil maksimal. Hal ini lah yang dialami Kelompok Tani Menuai Bakti Desa Sepaso Barat Kecamatan Bengalon, Kutai Timur. Kelompok tani yang bergerak dalam usaha budidaya ayam kampung ini, menyabet juara pertama peternak unggas lokal atau kampung tingkat Nasional tahun 2015. Predikat juara ini didapatkan kelompok tani Menuai Bakti, setelah pada tahun 2014 juga mendapat juara pertama pada lomba yang sama namun di level Provinsi Kaltim.

Menurut Bahtiar selaku ketua Kelompok Tani Menuai Bakti didampingi Simon, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras anggota kelompoknya dalam melakukan budidaya ayam kampung sebagai unggas lokal. Walaupun budidaya ini baru dilakukan 2 tahun hingga 3 tahun, namun dengan ketekunan dan kesabaran, maka membuahkan hasil yang cukup membanggakan.

Dijelaskan, dalam budidaya ayam kampung ini para peternak mengutamakan pertanian organik yang bebas kimia seperti vaksin dan hormon. Ayam-ayam yang ada diberikan pakan seperti jagung dan limbah olahan sawit, serta diberi jamu dan ramuan herbal. Selain itu, daging ayam potong sudah dikemas dalam kemasan kedap udara dan higienis. Sehingga lebih bernilai tinggi dalam pemasaran. Para peternak kini mampu menjual 1000 ekor per bulan dengan harga Rp 60.000 per ekor, sehingga mampu menghasilkan keuntungan sebesar Rp60 juta per bulan.

(voice)

Lebih jauh dikatakan Simon, yang menjadi kendala kini adalah bagaimana pasar laus bisa melihat produk olahan daging segar ayam kampung ini. Sehingga omzet penjualan semakin meningkat. Selain itu, bagaimana dinas Pertanian dan Peternakan Kutim bisa membantu para peternak untuk menyiapkan indukan unggul lokal sehingga tidak lagi harus mendatangkan indukan dari pulau Jawa.

Print Friendly, PDF & Email
Categorised in:

1
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of